Mahasiswa Universitas Brawijaya Menciptakan Aplikasi untuk Mendeteksi Hama Pada Tanaman Padi

Mahasiswa Universitas Brawijaya Menciptakan Aplikasi untuk Mendeteksi Hama Pada Tanaman Padi

Sosialisai Aplikasi Pada Petani © Protector Tech

Indonesia merupakan negara agraris dengan mayoritas masyarakatnya menjadikan beras sebagai makanan pokok sehari-hari. Seiring dengan bertambahnya populasi penduduk di Indonesia, permintaan akan beras semakin meningkat. Sedangkan produksi padi masih menemui kendala, salah satunya adalah permasalahan serangan hama. Begitu pula yang dialami oleh Kelompok Tani Margi Rukun 1 Desa Tegalgondo Kabupaten Malang. Penanganan yang selama ini dilakukan petani belum mampu mengatasi permasalahan tersebut bahkan dapat menyebabkan permasalahan lainnya, seperti terjadinya resistensi, resurgensi, bahkan degradasi lingkungan.

Protector (Paddy Pest & Ecological Detector) merupakan inovasi dan solusi pemanfaatan teknologi berupa aplikasi mobile yang terhubung pada sebuah alat untuk membantu petani dalam melakukan pengelolaan hama yang bijaksana. Teknologi ini menawarkan fitur-fitur yang dibutuhkan oleh petani padi dalam mengelola hama seperti pendeteksian hama menggunakan kamera handphone, info varietas, info pascapanen, info harga pasar, info pengelolaan lahan, hasil penelitian bahkan kalkulator pertanian untuk menghitung kadar pupuk yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, teknologi Protector juga memiliki fitur yang memanfaatkan IoT (Internet of Things) yaitu sebuah alat berupa sensor suhu udara dan kelembapan tanah yang diletakkan di lahan padi petani. Data suhu dan kelembapan tersebut dapat diakses langsung oleh petani melalui aplikasi mobile Protector dan aplikasi akan memberikan daftar hama yang berpeluang besar hadir pada kondisi suhu dan kelembapan tersebut.

Melalui Protector, petani dapat mengelola dan mengendalikan hama secara terpadu serta mengoptimalkan petani sebagai manajer untuk lahannya sendiri sehingga dapat mendukung terwujudnya pertanian yang berkelanjutan. Protector dikembangkan oleh tim yang beranggotakan Nava Karina (FP Universitas Brawijaya), Ahmad Zaid Nurudin (FP Universitas Brawijaya), Atikah Febrianti Nastiti (FILKOM), Luthfi Rahmad Hidayyatullah (FILKOM Universitas Brawijaya), dan Renaldin Suinto Zai (FILKOM Universitas Brawijaya). Inovasi teknologi ini telah lulus pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa oleh Ristekdikti 2018 pada bidang Penerapan Teknologi.

Aplikasi mobile Protector (beta version) dapat diunduh di Google Playstore dengan menggunakan keyword “Protector Tech”.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Budaya Indonesia Disambut Meriah Oleh Masyarakat Mesir Sebelummnya

Budaya Indonesia Disambut Meriah Oleh Masyarakat Mesir

Tok! Provinsi ini Diputuskan akan Menjadi Lokasi Baru Ibukota Negara Selanjutnya

Tok! Provinsi ini Diputuskan akan Menjadi Lokasi Baru Ibukota Negara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.