Indonesia kembali diharumkan namanya dalam ajang kompetisi Model United Nations internasional, kali ini Indonesia berhasil meraih penghargaan dalam kompetisi Japan English Model United Nations (JEMUN) yang diadakan di Jepang pada tanggal 22-24 Juni 2018. Salah seorang mahasiswa dari 7 delegasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan nama Zullian Zulfikar Hafiz berhasil mendapatkan Outstanding Position Paper Award yaitu salah satu dari 2 penghargaan yang dapat didapatkan oleh seseorang dalam ajang kompetisi JEMUN ini.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Zullian Zulfikar Hafiz memegang sertifikat yang diraihnya di kompetisi Japan English Model United Nations | Sumber: ITS MUN

Adapun ke-7 delegasi yang dikirim oleh ITS untuk mengikuti kompetisi ini yaitu Safira Firdausi (Teknik Material dan Metalurgi), Naurania Nadif (Teknik Industri), Syaima Gatneh (Teknik Lingkungan), Aisya Nur Hafiyya Kristanto (Teknik Geofisika), Biyan Shandy Paramayudha (Perencanaan Wilayah Kota), Dimas Bayu Priantama (Teknik Fisika), dan Zullian Zulfikar Hafiz (Teknik Kelautan).

Model United Nations sendiri adalah suatu kompetisi debat berbahasa inggris yang mensimulasikan suatu sidang PBB dimana setiap peserta akan diberikan suatu negara untuk direpresentasikan dan dimana seluruh peserta di suatu ruang meeting (council) akan bekerja sama secara diplomatis untuk menyelesaikan suatu isu internasional. JEMUN kali ini adalah kompetisi yang diadakan Kindai University di Osaka dan merupakan iterasi ke-2 kalinya dari acara tersebut. Tema JEMUN ini adalah “Healthy not Hungry” dimana JEMUN akan mencoba mencari suatu solusi untuk memenuhi Sustainable Development Goals (SDG) no. 2 dan 3; yaitu “Zero Hunger” serta “Good Health and Well Being”. Kompetisi JEMUN ini diikuti oleh 41 universitas dan SMA dari berbagai negara.

Tujuh delegasi tersebut dibagikan pada 3 ruang meeting dalam kompetisi JEMUN ini yang akan membahas topik khusus yang berbeda-beda, dimana tiap ruang meeting menawarkan 2 award; yaitu Diplomacy dan Outstanding Position Paper Award. Delegasi ITS berhasil mendapatkan Outstanding Position Paper Award dengan menyusun suatu laporan negara yang sangat baik yang menggambarkan posisi negaranya dalam topik tersebut dan solusi yang dia tawarkan untuk council tersebut.

“Harapan saya adalah masyarakat Indonesia, terutama generasi muda seperti mahasiswa, akan lebih mengenal tentang namanya MUN dan ITS beserta perguruan tinggi Indonesia lain lebih sering mengikuti berbagai isu internasional sehingga Indonesia dapat makin sering diharumkan lagi namanya dalam kompetisi – kompetisi ini.” ucap Zullian.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu