Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Melihat dan Merangkum Kehidupan Melalui Kolase

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Melihat dan Merangkum Kehidupan Melalui Kolase

Peserta Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Seni memberi kesempatan untuk melihat keadaan dunia dari sisi yang berbeda. Tidak ada salah ataupun benar dalam seni, yang ada hanyalah keinginan untuk menyampaikan rasa. Karenanya, cara melihat keadaan yang ingin disampaikan, jauh lebih penting daripada cara menyampaikannya.
Untuk mampu melihat, rasa yang dimiliki merupakan landasan dalam berkesenian. Rasa bahagia dapat menjadi landasan penting, namun berkesenian tidak melulu tentang itu. Gelisah, pemberontakan, ataupun sedih mendalam dapat menjadi rasa yang disampaikan dalam berkesenian. Baik ataupun buruknya rasa, sampaikan dalam karya dengan senang dan tenang agar mampu berbagi dengan maksimal.
Berkarya dalam berkesenian tidak ada batasnya, sama seperti kreatifitas. Bebaskan diri dari segala hal yang membatasi. Di hari ke-3 Belajar Bersama Maestro Hanafi, para peserta belajar untuk melatih kemampuan melihat dalam berkarya. Sarana berkesenian yang dipilih untuk melatih kemampuan melihat adalah melalui kolase.
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Sang Maestro Hanafi bersama asistennya, Ica memberikan kebebasan pada peserta untuk membuat kolase menggunakan segala sesuatu yang dianggap tidak ada manfaatnya, misalnya sampah dan daun kering. Peserta diminta melepaskan batasan diri dan membebaskan kreatifitas untuk mampu melihatnya menjadi benda yang bermanfaat sebagai media berkarya. Benda yang dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi sesuatu yang disuka dalam karya yang dihasilkan.
Setiap peserta membuat karya secara pribadi dan kolaborasi. Dalam karya kolaborasi, peserta dibagi dalam tiga kelompok dengan masing-masing terdiri dari 5 orang. Untuk sesi pembuatan karya secara pribadi dilakukan pada pagi hari dan masing-masing peserta melakukan presentasi karya pada siang hari. Sedangkan, untuk pembuatan karya secara kolaborasi dilakukan pada malam hari dengan jadwal presentasi karya pada pagi hari esoknya di hari ke-4 Belajar Bersama Maestro Hanafi.
Dalam presentasi karya pribadi dari setiap peserta, Hanafi dan Ica memberikan tanggapan dan masukan. Ada peserta yang tetap konsisten dengan karakternya, serupa dengan karya sebelumnya. Ada peserta yang memiliki makna karya sangat mendalam. Ada pula peserta yang berkarya sesuai dengan pengalaman pribadi yang dimilikinya.
Rasa yang disampaikan peserta dalam kolase di setiap karya merupakan pembelajaran awal dalam melihat dan merangkum kehidupan. Berkesenian bukan tentang membuat sesuatu yang rumit, tetapi merupakan sarana untuk menyampaikan pesan yang ada didalamnya. Seperti kata Hanafi, “Setiap pribadi hanyalah alat kecil untuk perbaiki kehidupan melalui karya.”.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Seni Berawal Dari Membaca Diri dan Lingkungan Terdekat Sebelummnya

Belajar Bersama Maestro di Studiohanafi: Seni Berawal Dari Membaca Diri dan Lingkungan Terdekat

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (15 Agustus 2009) - Karnaval Domba Laga Terbanyak di Garut

Talita Zahrah
@talitazahrah

Talita Zahrah

www.talitazahrah.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.