Memboyong Acropolis ke Prambanan

Memboyong Acropolis ke Prambanan
info gambar utama

Yanni, musisi sekaligus komposer kelas wahid asal Yunani akan menggelar mega konser orkestra di Lapangan Brahma Candi Prambanan pada 20 Oktober 2018 mendatang. Di konser bertajuk "Yanni 25 Acropolis Live in Prambanan", musisi berusia 64 tahun ini akan membawa lebih dari 50 musisi orkestranya untuk menghidupkan kembali kemegahan konser legendarisnya "Live at the Acropolis" 25 tahun lalu di situs bersejarah The Acropolis of Athens.

Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia Communication selaku promotor konser tersebut, mengaku tak mudah untuk mendatangkan musisi sekelas Yanni ke Yogyakarta.

"Menghadirkan Yanni itu seperti dream comes true. Dan mau main di Candi Prambanan itu sesuatu yang luar biasa. Karena dia dulu pernah bikin statement hanya mau main di Indonesia jika mainnya di Candi Borobudur," tuturnya saat jumpa media di Prambanan, Selasa (3/7/2018) sore.

"Agen-nya Yanni kebetulan pernah bekerjasama dengan kami di beberapa projek. Terakhir dalam projek LalaLand. Meski begitu, kurang lebih butuh 4 bulan kami harus meyakinkan Yanni untuk bisa main di Candi Prambanan," lanjut Anas.

Lebih lanjut Anas bercerita bahwa Yanni bahkan ikut memberi ide untuk publikasi dan promosi event, "Menariknya, baru kali ini artis ikut antusias dalam memberi ide dan revisi. Ia bahkan memberi masukan agar lebih memperlihatkan Prambanan-nya di poster dan pamflet promosi. Dia bilang, Yanni dan Prambanan adalah sesuatu yang sama-sama ingin ditonjolkan jadi tidak bisa menutupi Prambanan-nya. Syukurlah semua keinginan Yanni bisa kami penuhi, begitu juga dengan daftar raider-nya."

Hal senada disampaikan Bakkar Wibowo, project manager Prambanan Orchestra 2018. Yanni, tutur Bakkar, meminta tulisan 'Prambanan Orchestra' di pamflet publikasi yang lama untuk direvisi dan diturunkan agar tidak rancu bahwa Yanni akan main dengan orkestranya Prambanan. Hal ini juga agar dua ikon, Prambanan dan Yanni, yang memang ingin ditonjolkan jadi lebih kentara.

Lebih lanjut Bakkar menerangkan bahwa settingvenue konser menggunakan panggung besar 20 meter sesuai raider dari Yanni. Sedangkan untuk penonton akan disetting bentuk tribun sehingga penonton bisa nyaman menikmati pertunjukan dari berbagai sudut.

"Settingnya nanti memakai Lapangan Brahma sehingga yang datang sore juga bisa menikmati sunset indah Prambanan. Secara keseluruhan konser ini adalah sesuatu yang spesial karena belum tentu 25 tahun lagi Yanni konser di sini," tambahnya.

Bersama PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko, Rajawali Indonesia Communication menjadi promotor konser "Yanni 25 Acropolis" ini dengan balutan label event Prambanan Orchestra 2018. Konsep konser orkestra dengan mendatangkan artis atau musisi internasional ini nantinya akan menjadi salah satu event reguler tahunan yang digelar PT. TWC Borobudur Prambanan & Ratu Boko.

"Bersama PT. TWC Borobudur Prambanan & Ratu Boko, event perdana ini adalah upaya bagaimana kita membuat event yang merespon venue seindah dan semegah ini. Muncullah gagasan musik orkestra dan Yanni menjadi nama pertama. Tahun depan juga sudah kita pikirkan siapa yang akan datang. Yakni musisi legend juga," terang Anas Syahrul Alimi.

Anas menambahkan bahwa konser ini eksklusif di Indonesia saja dan hanya di Candi Prambanan. Tentu hal ini bisa jadi ajang promosi yang efektif bahwa Indonesia punya tempat seindah dan semegah ini.

"Bagaimana dengan konser Yanni ini bisa makin menginternasionalkan Candi Prambanan. Dan ada satu projek lagi yang kita tawarkan ke mereka. Yaitu untuk membuat DVD live-nya Yanni di Prambanan besok seperti DVD livenya di Acropolis. Kalau dia mau kan itu bisa sangat mempromosikan Prambanan dan Indonesia," terangnya.

"Menarik lagi, Yanni biasanya memainkan semua genre musik dan seringkali dalam konsernya ia merespon venue atau budaya setempat. Saya tidak tahu nanti dia akan merespon bagaimana begitu sampai di sini. Yang pasti lagu-lagu hits yang dimainkan di Acropolis 25 tahun lalu, seperti 'Santorini' dan 'Until the last Moment', akan diboyong ke Candi Prambanan," tutupnya.***(ek)

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini