Setelah diperkuat meriam 155 MM KH-179 Korea Selatan, meriam 155 MM Nexter Caesar dari Prancis, dan MLRS Astros II MK-6 buatan Brasil, Artileri Medan (Armed) TNI AD masih punya senjata andalan yakni Artileri Swagerak M109A4 155 mm.

TNI Angkatan Darat akhirnya menerima kiriman terakhir dari M109A4 BE self-propelled howitzer, sejumlah 18 unit, yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. 

M109A4 BE at Tanjung Priok. Photo by IPC terminal, IMF
M109A4 BE at Tanjung Priok. Photo by IPC terminal, IMF

Pengiriman batch pertama M109A4 BE self-propelled howitzer dilakukan pada bulan Juli 2017 dan kini total 38 unit M109 telah diterima Indonesia dari Belgia. Keberadaan alutsista ‘kelas berat’ ini memberikan arti penting untuk modernisasi alutsista di satuan Armed TNI AD, terutama pada segi Self Tracked Propelled Howitzer yang selama ini masih menggunakan jenis AMX-13 MK61 berkaliber 105 mm.

Sumber gambar | peloporwiratama.co.id
Sumber gambar | peloporwiratama.co.id

M109A4 sendiri merupakan alutsista yang populer, debutnya sudah terlihat sejak Perang Vietnam, Perang Arab-Israel, Perang Iran-Irak,  Perang Teluk,dan yang terakhir digunakan Arab Saudi saat menghadapi Yaman. Di Negara-negara Asia Tenggara, selain Indonesia, ada juga Thailand (20 unit) serta Malaysia (30 unit) yang juga memilikinya.

Howitzer Arbeba GS M109A4BE 155 mm  merupakan upgrade dari M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008 terhadap 64 unit ranpur untuk meningkatkan kemampuan dan Mid-Life Update (MLU), dilansir Pussenarmed.net.

Menurut catatan Wikipedia.org, dari 64 unit howitzer M109 Belgia yang diupgrade ke standar -A4BE, 20 unit dibeli Indonesia dan 40 unit dibeli Brazil.

Sumber : Defence Blog | Militer.or.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu