Eksplorasi Keragaman Burung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Eksplorasi Keragaman Burung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
info gambar utama

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan salah satu kawasan konservasi di Jawa Timur yang dikenal oleh masyarakat indonesia dan internasional lewat objek wisata Bromo dan pendakian Gunung Semeru yang mendunia. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki luas 50.276,20 hektar diapit oleh empat kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Dibalik ketenarannya, ternyata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menyimpan potensi keanekaragaman burung yang tinggi.

Dikutip dari buku Burung-Burung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, pada tahun 2017 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki total 183 jenis burung dari 57 Famili. Jumlah itu kemungkinan akan terus meningkat seiring observasi yang dilakukan oleh pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tingginya jenis burung yang ditemukan di kawasan TN Bromo Tengger Semeru disebabkan oleh habitat yang beragam pada kawasan tersebut.

Dari 183 jenis burung yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, diketahui memiliki berbagai macam status konservasi berdasarkan IUCN (International Union for Conservation of Nature) serta status perlindungan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Selain itu Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki spesies kunci, yaitu Elang Jawa (Nisaetusbartelsi ) yang status konservasinya menurut IUCN adalah Endangered, termasuk kategori CITES Appendix II dan dilindungi oleh Undang-Undang. Oleh karena memiliki nilai penting dalam konservasi burung, oleh Birdlife International Taman Nasional Bromo Tengger Semeru masuk ke dalam salah satu Important Bird Area (IBA) di dunia.

Monitoring Elang Jawa TNBTS | Foto : Iqbal Nur Ardiansyah
info gambar

Coban Trisula, Blok Ireng-Ireng, dan Ranu Darungan merupakan lokasi yang menjadi favorit pengamat burung melakukan observasi di TN Bromo Tengger Semeru karena perjumpaannya yang tinggi dan memiliki keanekaragaman jenis yang tinggi. Ketiga tempat ini memiliki karateristik habitat yang berbeda-beda. Coban Trisula terletak pada elevasi 1500 mdpl pada punggungan bukit dengan didominasi vegetasi buah-buahan. Blok Ireng-Ireng terletak pada elevasi 900 mdpl didominasi vegetasi pohon kayu berumur tua. Sedangkan Ranu Darungan terletak pada elevasi 800 mdpl dengan vegetasi khas hutan tropis ditambah adanya sebuah danau (ranu) buatan peninggalan zaman kolonial Belanda.

Pada umumnya burung-burung yang sering teramati antara lain Elang Hitam (Icnaetus malaiensis), Sepah Kecil(Pericrocotus cinnamomeus),Cinenen Jawa (Orthotomus sepium ), Takur Tohtor (Psilopogonarmillaris), Sikatan Kepala Abu (Culicicapaceylonensis), Cucak Kutilang (Pycnonotusaurigaster), dan Ciu Jawa (Pteruthiusflaviscapis) dan masih banyak lagi. Daya tarik ketiga lokasi ini adalah seringkali teramati burung-burung yang kehadirannya tidak terduga dan menjadi kejutan bagi pengamat.

Caladi Tikotok | Foto : Boni Herdiawan
info gambar
Ciu Jawa jantan (kiri) dan betina (kanan) | Foto : Boni Herdiawan
info gambar
Elang Jawa | Foto : Boni Herdiawan
info gambar


Sumber:

Buku Burung-Burung Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Birdlife.org

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini