Mengintip Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Mengintip Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Kereta Cepat | Foto: Aktual.com

Pembebasan lahan untuk pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (JKT-BDG) pada Juli ini sudah mencapai 73%. Proyek yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2021 itu berusaha menyelesaikan pembebasan lahan 100% pada tahun ini. Tujuannya agar tahun depan tak ada lagi masalah pembebasan lagi dan langsung fokus pada konstruksi.

“Harus tahun ini (pembebasan lahan selesai). Kalau mau cepat selesai (proyeknya) harus selesai dong lahannya,” ujar Chandra Dwiputra, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Meski akan difokuskan tahun depan, pengerjaan konstruksi kereta cepat juga ditargetkan mencapai 25 persen pada akhir 2018.

Selain progres pembebasan lahan yang mencapai 73%, sedang berlangsung juga pengerjaan Proyek Inlet Tunnel Kereta Cepat di Halim (Tunnel 1), tepatnya di KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sepanjang 1.830 meter. Adapun rencana pengerjaan tunel sepanjang 16.375 meter ini adalah akan berlangsung sampai 26 bulan.

Aktivitas pekerja di tunel 1 Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung | Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto
Aktivitas pekerja di tunel 1 Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung | Foto: Aprillio Akbar/Antara Foto

Selain itu, PT KCIC yang mengurus kereta cepat yang nantinya memiliki panjang lintasan mencapai 143 kilometer ini juga telah resmi menyelesaikan pembangunan sekaligus memberikan 408 rumah dinas pengganti untuk Trikora TNI AU pada Selasa (3/7). Diketahui ratusan rumah tersebut dibangun sebagai ganti atas penggusuran yang dilakukan KCIC untuk proyek kereta cepat JKT-BDG.

Proses penandatanganan peresmian penyerahan rumah dinas pengganti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung | Foto: Resya Firmansyah/Kumparan
Proses penandatanganan peresmian penyerahan rumah dinas pengganti proyek kereta cepat Jakarta-Bandung | Foto: Resya Firmansyah/Kumparan

Ratusan rumah pengganti itu dibangun di atas lima lahan, di mana lahan pertama dibangun masing-masing 50 unit dengan tipe 72 serta 66 unt dengan tipe 120. Lahan kedua ditempati oleh 72 unit tipe 60 dan 63 unit tipe 72.

Sementara itu sebanyak 21 unit tipe 72 ada di lahan ketiga dan 65 unit tipe 60 berada di lahan empat. Sedangkan lahan kelima, diisi oleh 53 unit tipe 60.

“Selain tempat tinggal, kawasan itu juga dibangun fasilitas olah raga, peribadatan, balai pertemuan, dan fasilitas umum lainnya,” lanjut Chandra.

Selanjutnya lahan bekas kompleks Trikora tersebut akan digunakan sebagai stasiun dan trase kereta cepat Jakart-Bandung. Pihak KCIC juga menyebut telah melakukan konstruksi untuk pembangunan stasiun dan trase.


Sumber: Detik, CNN Indonesia

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau3%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahasiswa Ini Ciptakan Sesuatu Dari Cangkang Internal Cumi-cumi Sebelummnya

Mahasiswa Ini Ciptakan Sesuatu Dari Cangkang Internal Cumi-cumi

Ternyata Orang Perancis Suka Makanan Indonesia Selanjutnya

Ternyata Orang Perancis Suka Makanan Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.