Satelit Merah Putih Milik Telkom Indonesia Siap Diluncurkan

Satelit Merah Putih Milik Telkom Indonesia Siap Diluncurkan

© twitter.com/sslmda

Satelit komunikasi milik Telkom Indonesia, Satelit Merah Putih (dahulu dikenal sebagai Telkom-4) akan segera diluncurkan. Rencana ini akan terwujud setelah kontraktor satelit Space Systems Loral (SSL) dari Amerika Serikat mengumumkan telah berhasil menyelesaikan pengerjaan satelit tersebut pada bulan Juni yang lalu. Rencananya satelit yang akan menjadi satelit ketiga milik Telkom Indonesia yang mengangkasa ini akan diluncurkan pada bulan Agustus mendatang.

Sebagaimana diberitakan Newswire, SSL telah menyatakan penyelesaian pembuatan satelit pengganti satelit Telkom 1 yang mengalami anomali pada pertengahan tahun 2017 yang lalu. Satelit Merah Putih rencananya akan ditempatkan di slot orbit 108 derajat Bujur Timur (108 BT).

Satelit Merah Putih untuk pertama kalinya akan menjadi satelit Indonesia yang diluncurkan oleh SpaceX di Cape Canaveral Air Force Station, Florida. Satelit milik Telkom Indonesia akan bersama dengan dua satelit lainnya.

"Ada tiga satelit yang sudah kami selesaikan pembangunannya. Telstar 19 VANTAGE dari Telesat sudah selesai dan telah dikirim ke Florida. Berikutnya akan menyusul Satelit Merah Putih milik Telkom Indonesia dan Telstar 18 VANTAGE dari Telesat," ungkap Group President, SSL Dario Zamarian.

Chief Technology Officer Telkom Zulhelfi Abidin mengatakan infrastruktur satelit memegang peranan penting dalam layanan yang dimiliki Telkom."SSL adalah manufaktur satelit yang ternama dan berhasil menuntaskan pekerjaannya bagi Telkom lebih cepat dari jadwal. Kami tak sabar untuk menyaksikan peluncuran satelit Merah Putih tak lama lagi," katanya.

Sedangkan Direktur Wholesale & International Service Telkom Abdus Somad Arief menambahkan pembuatan satelit Merah Putih memakan waktu 2,5 tahun dimulai Februari 2016. Satelit yang tadinya dikenal dengan nama Telkom-4 ini akan memperkuat dua satelit lain yang juga milik Telkom yakni Telkom-2 dan Telkom-3S. Pengerjaan satelit Merah Putih sendiri terbilang lebih cepat satu bulan dari target awal yang mulanya diperkirakan selesai pada bulan Juli 2018.

Kapasitas satelit Merah Putih terdiri atas 60 transponder aktif dimana 36 transponder akan melayani wilayah Indonesia dan 24 untuk pasar kawasan Asia Selatan. Satelit ini menggunakan spektrum C-Band dan Extended C-Band.

Pilih BanggaBangga70%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau15%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jembatan Holtekamp sang penghubung Jayapura dan Skouw Sebelummnya

Jembatan Holtekamp sang penghubung Jayapura dan Skouw

Insan Media Solo bersama Warganet Deklarasi Kawal Kebijakan Nasional Tanpa Hoax Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Insan Media Solo bersama Warganet Deklarasi Kawal Kebijakan Nasional Tanpa Hoax Menuju Indonesia Maju

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

Seorang copywriter dan penulis konten yang berusaha menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.