Pembukaan Halte Transjakarta Koridor 13 Velbak dan Rawa Barat, Mobilisasi Warga Ciledug dan Sekitarnya Makin Mudah!

Pembukaan Halte Transjakarta Koridor 13 Velbak dan Rawa Barat, Mobilisasi Warga Ciledug dan Sekitarnya Makin Mudah!

Tampak depan Halte Velbak di Koridor 13 © twitter.com/PT_Transjakarta

Kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas sudah biasa dialami oleh warga Jakarta dan sekitarnya. Ditambah lagi dengan moda transportasi umum yang belum memadai, pun aksesibilitasnya. Begitupun yang dirasakan warga Ciledug dan sekitarnya seperti Larangan, Kreo dan Cipadu. Wilayah-wilayah tersebut yang berbatasan langsung dengan Jakarta, selain mendapat dampak kemacetan dan fenomena rush hour, juga tidak memiliki moda transportasi praktis dan antarmoda yang memadai, yang menghubungkan wilayah-wilayah tersebut. Mobilisasi dan produktivitas warga sekitar secara tidak langsung terkesan lambat. Ketidakmerataan persebaran tenaga produktif juga menjadi dampak permasalahan moda transportasi wilayah sekitar ibukota negara tersebut.

Namun sejak semester kedua tahun 2017, kemudahan akses melalui transportasi telah terlihat. Di wilayah-wilayah yang telah disebutkan di atas, misalnya, telah dibuat dan diresmikan koridor bis Transkjakarta bernomor 13 yang menghubungkan wilayah Ciledug ke wilayah sentra bisnis di Jakarta misalnya Kebayoran, Tosari, Pancoran dan Tendean. Koridor tersebut menyediakan 14 titik halte, namun saat peresmiannya, tidak semua titik halte beroperasi dan disinggahi bis Transjakarta. Pembukaan dan pengoperasian dilakukan secara bertahap dikarenakan belum rampungnya pemasangan lampu jalan di koridor 13 Transjakarta yang berupa jalan layang ini. Adapun tiga titik halte yang belum beroperasi dan disinggahi bis Transjakarta hingga tanggal 7 Juli 2018 adalah halta Velbak, halte CSW dan halte Rawa Barat, dan terhitung sejak 7 Juli 2018, halte Velbak dan halte Rawa Barat telah resmi beroperasi dan disinggahi bis Transjakarta.

Halte Velbak berada di dekat wilayah perkantoran seperti Veranda Hotel, The Pakubuwono Signature dan kawasan perkantoran lain di sekitar jalan Pakubuwono. Sedangkan halte Rawa Barat berada di dekat wilayah Pasar Santa, pertokoan dan sekolah-sekolah. Wilayah-wilayah tersebut kini dapat diakses dengan sekali jalan menggunakan bis Transjakarta. Selain itu, koridor yang berada diatas jalan layang membuat aksesnya semakin cepat karena merupakan jalur eksklusif bebas kendaraan non-bis Transjakarta. Hal ini tentu selain secara bertahap menjadi titik terang bagi salah satu permasalahan infrastruktur di Indonesia, yaitu sulitnya moda transportasi dan aksesibilitas, diharapkan kemudahan transportasi umum tersebut juga dapat mengurangi konsumsi kendaraan pribadi dan secara tidak langsung menjadi faktor yang membantu memutar perekonomian secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Pembangunan moda transportasi umum yang nyaman dan mudah di Indonesia kini semakin digalakkan. Pengoperasian Koridor 13 pun sudah semakin paripurna. Akses Ciledug-Jakarta juga semakin nyaman.


Sumber: Okezone | Kaori Nusantara | Wikipedia

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Anak Indonesia Berlaga di Piala Dunia! Sebelummnya

Anak Indonesia Berlaga di Piala Dunia!

Indonesia jadi Negara Terfavorit untuk Dikunjungi versi Conde Nast Traveler Selanjutnya

Indonesia jadi Negara Terfavorit untuk Dikunjungi versi Conde Nast Traveler

Aisyah Adri
@sitiaisyahadri

Aisyah Adri

Long life learner.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.