Penerapan Animasi Jepang Secara Positif oleh Anak Muda Indonesia

Penerapan Animasi Jepang Secara Positif oleh Anak Muda Indonesia

Stand pernak-pernik dan jajanan yang dipadati pengunjung © Fawwazil Bahir & Ahmad Raffy Arrasyid / japanesemusicid.com

Industri animasi Jepang yang beragam bentuknya sedang sangat digandrungi di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak muda, mulai dari tayangan serial dan film animasi, komik, majalah, novel ringan sampai figura, game dan berbagai perayaan dengan tema-tema tertentu seperti pesta kostum dan konser musik. Meskipun sebagian besar lapisan masyarakat menganggap hal tersebut lebih bersifat adiktif karena dirasa dapat membentuk kebiasaan buruk dan karena tidak adanya filter dalam mengaksesnya serta permasalahan legalitas yang melingkupi industri ini di Indonesia, namun bila melihat lebih luas, bisa terdapat hal-hal positif pada industri tersebut, bahkan banyak anak-anak Indonesia yang mampu melihat peluang untuk belajar dan berbisnis secara positif dari industri animasi tersebut daripada terbawa arus negatifnya.

Industri animasi memiliki beragam genre atau aliran yang ditujukan untuk berbagai kalangan dan usia pula. Aspek ini yang membuat sangat rawan akan terjadi penyalahgunaan, sehingga apabila aspek ini lebih dipantau maka akan didapat hal positifnya. Misalnya penayangan serial animasi berjudul “Hataraku Saibou” (Cells at Work) besutan agensi animasi ternama di Jepang, Kondansha, yang juga sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Animasi bertema pendidikan dan sarat akan materi pembelajaran mengenai tubuh manusia ini kemudian dimanfaatkan oleh seorang guru Biologi di Banda Aceh untuk referensi mengenai pelajaran bab sel darah seperti yang dilansir dari Kaori Nusantara, setelah sebelumnya disarankan oleh anaknya yang gemar menonton serial animasi Jepang.

Industri animasi Jepang juga rupanya dapat dimanfaatkan secara positif oleh anak muda Indonesia sebagai lahan profit, misalnya menambah angka partisipasi anak muda pada Industri ekonomi kreatif seperti percetakan berupa kaos dan pernak pernik atau merchandise, makanan, garmen atau fashion dan percetakan komik amatir. Antusias penggemar animasi Jepang di Indonesia juga diekspresikan melalui beragam bentuk misalnya dengan membeli dan mengoleksi barang-barang bernuansa animasi Jepang tertentu misalnya kaos, jaket dan apparel lainnya. Pernak-pernik lainnya seperti pin, tumblr, poster, mouse-pad, aneka peralatan sekolah seperti tempat pensil, tas, map bahkan guling dan figura tidak luput dari antusias penggemar tersebut, yang memberikan peluang kepada industri percetakan dan ke sesama penggemar lain untuk memanfaatkannya sebagai lahan bisnis, baik bisnis utama maupun sampingan. Dengan skill dan kreatifitas yang tinggi, sebuah pin saja dapat sangat menjual di kalangan penggemar animasi tersebut.

Bidang garmen juga mengalami dampak antusias penggemar animasi Jepang. Para penggemar banyak mencoba menirukan busana atau ciri khas karakter-karakter tertentu baik dari film animasi, komik atau cerita bergambar (cergam) maupun game. Menariknya, tidak terbatas pakaian, tetapi juga rambut palsu atau wig, jam tangan bahkan properti dan aksesoris lain unik yang menjadi ciri khas karakter tertentu yang ditirukan oleh penggemar. Selain dengan membeli di beragam anime store, penggemar juga banyak yang membuat sendiri item-item tersebut berdasarkan kreatifitas masing-masing. Banyak pula penggemar yang memodifikasi karakter yang ditirunya sesuai dengan keinginannya. Fenomena yang disebut sebagai costum play atau cosplay ini banyak ditemukan di acara-acara atau perayaan yang bertemakan budaya populer Jepang tersebut. Acara tersebut biasanya menjadi ajang bertemunya para pelaku industri kreatif bertemakan animasi Jepang di Indonesia, baik kolektor maupun pengusahanya.

Bila membicarakan perayaan, maka tidak lupa membahas mengenai aneka jajanan yang ada di sana. Jajanan khas Jepang mulai banyak dilihat dan dijajal oleh pelaku industri kuliner di Indonesia karena antusias penggemar yang senang menirukan kebiasaan di animasi-animasi favorit mereka. Jajanan seperti takoyaki (adonan tepung dengan daging gurita dan saus khas) dan ramen (mie khas Jepang) yang sering dijadikan objek budaya yang dimasukkan ke dalam animasi atau komik, menjadi menu populer yang tidak dilewatkan oleh berbagai pengusaha kuliner di Indonesia.

Animo penggemar menjadi objek pemasaran yang dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku bisnis kreatif di Indonesia tersebut sehingga dapat menghasilkan keuntungan dan diharapkan dapat turut membantu angka perputaran ekonomi Indonesia. Beragam acara bertemakan animasi Jepang terinisiasi di Indonesia berkat animo penggemar tersebut yang berarti menjadi ladang promosi besar bagi para pelaku bisnis. Antusias penggemar tersebut juga membuat industri cerita bergambar Indonesia kembali berkembang, meski belum terdapat skema bisnisnya yang memadai di Indonesia.


Sumber: Kaori Nusantara | Metro TV News

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli50%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kado ITS Untuk Surabaya Sebelummnya

Kado ITS Untuk Surabaya

Goride Instan Bentuk Inovasi dan Tanggung Jawab dari Gojek Selanjutnya

Goride Instan Bentuk Inovasi dan Tanggung Jawab dari Gojek

Aisyah Adri
@sitiaisyahadri

Aisyah Adri

Long life learner.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.