Penuansaan Asian Games 2018 Khas Rakyat

Penuansaan Asian Games 2018 Khas Rakyat
info gambar utama

Menghitung hari, yang kini tengah dilakukan oleh K/L pemerintah terkait pelaksanaan Asian Games 2018. Persiapan Asian Games 2018 di Gelanggang Olahraga Bung Karno (GBK) di kawasan Sudirman yang sudah memasuki 99 koma sekian persen menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono seperti yang dilansir Detik tersebut direncanakan akan diselesaikan tanggal 31 Juli 2018 dan akan segera diresmikan oleh presiden di awal Agustus 2018.

Adapun persiapan Asian Games 2018 di Palembang, setelah sebelumnya stadion Jakabaring Sport City (JSC) diberitakan mengalami kerusakan akibat kerusuhan para pendukung tim tuan rumah pada laga yang diselenggarakan hari Sabtu (21/07) lalu, kini mulai dibenahi kembali dan disterilkan.

Ternyata tidak hanya stadion dan gelanggang olahraga yang akan menjadi tempat berlaga para atlet yang dipersiapkan dengan penuansaan Asian Games 2018 berupa maskot-maskot dan warna-warna besar tema perhelatan olahraga empat tahunan tersebut, tetapi juga wilayah hunian tempat para atlet melepas lelah mereka juga diberikan penuansaan yang persiapannya dilakukan oleh warga sekitar!

Penuansaan wilayah yang berupa kawasan tematik Asian Games 2018 di wilayah Kemayoran yang didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan sponsor PT ICI Paints Indonesia adalah berupa mural-mural bertemakan tiga maskot Asian Games 2018 kreasi warga dan pekerja umum untuk ikut menyukseskan berjalannya rangkaian kegiatan Asian Games 2018, serta dukungan untuk tim atlet Indonesia. Bahkan ajang pemecahan rekor Senam Poco-poco sebanyak 65 ribu orang akan diadakan di wilayah ini untuk memeriahkan perhelatan olahraga akbar ini.

Penuansaan di wilayah pemukiman tidak terbatas di kawasan tematik yang disebut Kampung Asian Games 2018 saja tetapi juga di wilayah pemukiman lain dan toko-toko serta tempat publik lainnya, yang berupa banner dan spanduk dukungan untuk ikut menyukseskan perhelatan olahraga yang terakhir kali diadakan di Indonesia adalah pada Asian Games tahun 1962. Misalnya seperti di sepanjang jalan Ciledug Raya dan Pasar Kebayoran Lama.

Penuansaan logo dan maskot-maskot di wilayah pemukiman juga ada yang berbentuk mural-mural kreasi anak-anak muda sekitar yang dikordinasikan oleh Karang Taruna, seperti yang dilakukan di wilayah Jati Padang. Tak terbatas di Jakarta, di Palembang juga diadakan lomba hias kampung yang diikuti oleh 72 desa dengan tema Asian Games 2018. Wilayah Cilacap, Jawa Tengah, juga mengadakan kompetisi serupa untuk turut memeriahkan dan merasakan energi pesta olahraga empat tahun sekali yang jarang-jarang diadakan di Indonesia.

Tak lupa kantor-kantor pelayanan publik juga ditugaskan untuk ikut merayakan dan memberikan penuansaan kompetisi olahraga terbesar se-Asia dengan memasang banner dan spanduk dukungan. Hal ini tentunya karena kesuksesan acara ini menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun seluruh masyarakat.


Sumber: Bali Tribun | Detik | Beritagar

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini