Jangan Ketinggalan! Sabtu Lusa Indonesia Bisa Melihat Gerhana Bulan Terlama Abad Ini

Jangan Ketinggalan! Sabtu Lusa Indonesia Bisa Melihat Gerhana Bulan Terlama Abad Ini
info gambar utama
Fenomena astronomi merupakan fenomena yang sering ditunggu-tunggu oleh masyarakat modern. Selain selalu memiliki keunikan, fenomena astronomi juga kerap kali terjadi dalam jangka waktu yang lama untuk bisa terulang kembali. Itu sebabnya beberapa fenomena astronomi seperti gerhana, baik gerhana bulan ataupun gerhana matahari selalu menjadi fenomena yang ditunggu-tunggu. Tidak terkecuali dengan fenomena gerhana bulan yang akan terjadi pada lusa ini.

Seperti diberitakan JakartaGlobe (26/07) Indonesia akan mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan gerhana bulan total atau Blood Moon. Kesempatan kali ini terbilang cukup langka, penyebabnya adalah karena gerhana lusa mendatang dikatakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merupakan gerhana bulan terlama di abad ini. Dan hal istimewa tersebut akan terjadi di langit Indonesia.

Gerhana bulan ini akan terjadi mulai pukul 12.13 tengah malam dan akan akan berakhir pada pukul 05.19 subuh. Sehingga total durasi gerhana yang terjadi adalah selama 6 jam 14 menit menit. Sementara gerhana totalnya sendiri akan terjadi selama 103 menit. Durasi ini disebut-sebut sebagai durasi terlama yang pernah ada di abad 21 dan dipercaya hanya terjadi sekali dalam seratus tahun.

BMKG pun juga mengungkapkan bahwa gerhana bulan total yang lebih lama yakni selama 106 menit diprediksi akan terjadi pada 9 Juni di tahun 2123 mendatang. Hanya saja, gerhana ini tidak akan terlihat di Indonesia. Sedangkan gerhana bulan langka yang terjadi pada bulan Januari yang lalu, yakni kombinasi antara Blue Moon, Supermoon dan Gerhana Matahari yang juga terlihat di langit Indonesia hanya terjadi selama 77 menit.

Sementara untuk mengamati fenomena astronomi ini, BMKG kemudian mengadakan acara nonton bareng atau nobar di beberapa kota seperti Tangerang. dan juga melakukan siaran internet secara langsung proses terjadinya gerhana melalui situs resminya. Beberapa tempat yang akan dengan jelas mampu melihat gerhana ini adalah Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Bintan dan sekitarnya. Kota lainnya seperti Medan, Padang Panjang, Kepahiang, Tangerang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Karangkates, Denpadar, Waingapu, Kupang, Palu, Makassar, Gowa, Manado, Ternate, Ambon dan Jayapura juga menjadi lokasi nobar. Lokasi detil dapat dilihat melalui situs resmi BMKG.

Menariknya lagi, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) mengungkap bahwa pada saat gerhana bulan terjadi. Planet Mars juga akan terlihat. Hal ini membuat fenomena gerhana bulan kali ini semakin istimewa. Sebab nantinya, tidak jauh dari penampakan gerhana akan terlihat pula planet Mars lebih kecil tampak memerah. Fenomena ini disebut juga dengan fenomena Syzygy yang memang selalu terjadi setiap gerhana. Namun istimewanya Syzygy kali ini adalah sejajarnya posisi tiga benda langit dengan bumi yakni planet Mars, Matahari, Bulan.

Mengetahui betapa langkanya fenomena ini, kira-kira kawan tertarik untuk menyaksikan? Jangan lupa untuk membawa teropong andalan ya. Selamat menyaksikan!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini