Dibanjiri Ribuan Penonton, Banyuwangi Ethno Carnival Suguhkan Nuansa Lokal dengan Konsep Jempolan!

Dibanjiri Ribuan Penonton, Banyuwangi Ethno Carnival Suguhkan Nuansa Lokal dengan Konsep Jempolan!

Banyuwangi Ethno Carnival dengan Tema Puter Kayun © Humas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Bumi Blambangan kembali menunjukkan eksistensinya dalam ranah seni dan budaya. Tepatnya Minggu (29/7) digelarlah festival apik nan meriah yakni Banyuwangi Ethno Carnival 2018. Ribuan orang memadati jalanan yang menjadi rute BEC kali ini. Tak hanya warga lokal, bahkan wisatawan asing turut hadir untuk menyaksikan event yang kini masuk sebagai TOP 10 Calender Event of Indonesia tersebut.

Seperti halnya tak ingin ketinggalan, masyarakat berupaya untuk tetap setia melihat gempitanya parade busana kolosal yang dibuka langsung oleh Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sajian Banyuwangi Ethno Carnival dibuka dengan fragmen mengenai kisah Puter Kayun, salah satu tradisi yang dimiliki oleh masyarakat Boyolangu Banyuwangi. Fragmen tersebut mengisahkan perjuangan Mbah Buyut Jakso, salah seorang leluhur Boyolangu, yang membuka akses wilayah melalui Pantai Watu Dodol. Fragmen tersebut juga semakin meriah dengan hadirnya ratusan penari Gandrung yang turut mengiringi gelaran BEC 2018.

Salah Satu Kostum yang Ditonjolkan dalam Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2018 | Sumber dok: Humas Kabupaten Banyuwangi
Salah Satu Kostum yang Ditonjolkan dalam Gelaran Banyuwangi Ethno Carnival 2018 | Sumber dok: Humas Kabupaten Banyuwangi

Parade BEC dimulai saat munculnya sederet busana megah di atas panggung utama BEC yang berlokasi di Taman Blambangan. Sebanyak 120 busana kreasi etnik nan menarik dengan tema Puter Kayun ditampilkan secara atraktif juga menawan.

Aneka busana yang hadir di BEC 2018 kali ini merupakan representasi dari 10 subtema ritual Puter Kayun. Seperti Kupat Lepet, Tapekong, Oncor-oncoran, Keris, Dokar, Buyut Jakso, dan Gedongan. Musik pengiring BEC 2018 turut menambah semarak event yang telah diselenggarakan untuk ke delapan kalinya ini.

Melalui press release yang diterima GNFI, Bupati Banyuwangi menyampaikan jika BEC merupakan gelaran yang konsisten untuk selalu mengusung tema mengenai tradisi lokal yang juga hendak diperkenalkan ke publik global. Harapannya, melalui strategi budaya tersebut semua orang bisa menghargai produk budaya Nusantara yang beragam untuk kemudian dapat turut bersanding dengan budaya global.

Ribuan Orang Terpukau dengan Sajian BEC 2018 yang Mempesona | Sumber dok: Humas Kabupaten Banyuwangi
Ribuan Orang Terpukau dengan Sajian BEC 2018 yang Mempesona | Sumber dok: Humas Kabupaten Banyuwangi

Menariknya, BEC kali ini tak hanya menonjolkan busana yang menawan saja. Melainkan juga turut mengajak penonton dalam mengeksplorasi filosofi dari masing-masing tema yang ada, sehingga disediakan pula 10 panggung tematik yang mengusung masing-masing tema. Tak ayal panggung tersebut kemudian dijubeli pengunjung untuk mengambil potret masing-masing.

Salah seorang wisatawan asal Jakarta pun mengaku bangga dengan gelaran kegiatan BEC yang menurutnya sangat terorganisir dengan baik. Ia pun menambahkan bahwa event BEC ini memiliki unsur yang khas sebab mengandung seni dan budaya lokal yang tentunya berbeda dari daerah lain.

Hal senada turut disampaikan oleh salah seorang wisatawan asal Perancis, Esther Michaud yang mengaku terkesima dengan busana yang disuguhkan di gelaran BEC kali ini. Bahkan ia menyebut jika ia tak menyesal sama sekali untuk mengundur jadwal kepulangan ke negara asal demi menyaksikan Banyuwangi Ethno Carnival yang luar biasa.

Sementara itu, Menko Luhut juga menyampaikan antusias yang mendalam terhadap BEC 2018. Luhut pun turut mengacungi jempol atas kiprah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata daerah. Baginya, kebersamaan pemerintah dan rakyat menjadi perpaduan yang hebat hingga bisa mewujudkan gelaran semegah Banyuwangi Ethno Carnival.


Sumber: Press Release Humas Kabupaten Banyuwangi

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PSM Mercu Buana Sukses Juarai Kompetisi Paduan Suara Internasional di Jepang Sebelummnya

PSM Mercu Buana Sukses Juarai Kompetisi Paduan Suara Internasional di Jepang

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.