Tradisi Basiara, Tradisi Penjadwalan Kunjungan Lebaran Asal Sulawesi Tengah

Tradisi Basiara, Tradisi Penjadwalan Kunjungan Lebaran Asal Sulawesi Tengah

© Monoimages

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia dikenal dengan negara yang memiliki suku terbanyak. Hal ini membuat keunikan tersendiri pada setiap daerah di Indonesia. Indonesia juga dikenal dengan kearifan lokalnya yang kaya.

Salah satunya tradisi Basiara atau silaturahmi usai Hari Raya Idul Fitri di Desa Galumpang, Kecamatan Dakopamean, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Tradisi ini berbeda dengan silaturahmi yang diadakan di daerah-daerah lain di Indonesia.

Keunikannya terletak pada adanya jadwal berkunjung dan mengunjungi. Penjadwalan ini biasanya diatur oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Jadwal ini berlaku kepada seluruh masyarakat daerah tersebut bagi yang menerima tamu maupun bagi yang ingin berkunjung untuk menemui sanak saudara maupun kerabat yang ada didesa tersebut.

Biasanya, ada puluhan bahkan ratusan warga perharinya yang bisa datang ke rumah warga secara beramai-ramai. Dengan adanya penjadwalan ini, tuan rumah bisa menyiapkan dengan tamu yang sebanyak itu.

Dilansir dari merdeka.com, Jabir Rabile, seorang tokoh masyarakat Desa Galumpang mengatakan, budaya ini sudah dilaksanakan dan dilestarikan sejak zaman dahulu. Budaya ini dipertahankan karena dianggap dapat menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antara sesama.

Jabir Rabile juga menambahkan bahwa tradisi yang diwariskan secara turun temurun ini bisa menjadi salah satu solusi untuk melawan isu radikalisme dan aksi terorisme di Indonesia.

Menurut dia, dengan adanya tradisi ini maka seluruh warga akan saling mengenali satu sama lain sehingga tidak ada anggota masyarakat yang merasa tersisihkan.

Masalah radikalisasi juga akan semakin susah untuk masuk di desa ini dikarenakan seluruh anggota masyarakatnya yang saling mengenal. Dengan kata lain, jika ada salah satu anggota masyarakat yang melakukan sesuatu yang mencurigakan dapat cepat terdeteksi, karena warganya saling mengenal, baik kehidupan maupun kebiasaan hingga mata pencaharian.

Ini merupakan warisan budaya yang perlu dipertahankan bahkan disebarluaskan ke seluruh Indonesia. Harapannya dengan adanya tradisi ini dapat menjadikan pelajaran bagi masyarakat Indonesia agar menjaga tali persaudaraan antar sesama manusia. Sebagai wujud aplikasi terhadap landasan ideologi kita sebagai rakyat Indonesia yaitu Pancasila, khususnya sila ketiga, Persatuan Indonesia.


Sumber: merdeka.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Ikuti Pameran di Korea Selatan, 15 UKM Indonesia Catat Transaksi USD 2,22 Juta Sebelummnya

Ikuti Pameran di Korea Selatan, 15 UKM Indonesia Catat Transaksi USD 2,22 Juta

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api

Rudi Sandjaya
@rudisandjaya

Rudi Sandjaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.