Makna Filosofis Bagian Rumah Ulu

Makna Filosofis Bagian Rumah Ulu
info gambar utama

Rumah tradisional merupakan warisan nenek moyang yang harus dijaga. Rumah – rumah tradisional ini bukan hanya material yang ditumpuk atau dibentuk menjadi tempat tinggal. Dalam beberapa kebudayaan, rumah tradisional memiliki makna filosofis yang sangat dalam.

Bagian – bagian rumah memiliki makna – makna simbolik. Rumah – rumah ini tak jarang memuat nilai – nilai kehidupan yang dianut suatu kebudayaan. Sangat banyak rumah tradisional yang berada di Indonesia. Salah satunya adalah rumah ulu, rumah tradisional Sumatera Selatan.

Kata ulu berasal dari kata uluan yang berarti pedesaan. Uluan juga sebutan bagi masyarakat yang tinggal di bagian hulu Sungai Musi. Dari fakta inilah kenapa rumah yang dibangun di hulu Sungai Musi disebut Rumah Ulu. Rumah Ulu termasuk dalam jenis rumah panggung.

Hampir semua bagian rumah ulu terbuat dari kayu. Bagian rumah ulu ditopang oleh batang pohon unglen. Batang pohon unglen dipilih karena diyakini dapat bertahan hingga ratusan tahun. Dalam pembangunan rumah ulu tidak bisa sembarangan. Masyarakat setempat telah memiliki aturan yang harus diikuti terkait pembangunan rumah ulu.

Pembangunan rumah ulu harus menghadap ke depan garis aliran air. Aturan yang dibuat bukannya tanpa alasan. Dengan menghadap ke garis aliran air diharapkan rumah yang bersangkutan akan terhindar dari banjir bandang. Selain aturan itu, pembangunan rumah ulu harus mengikuti sistem ulu – ulak (ilir).

Jika ada masyarakat yang ingin membangun rumah ulu lagi di atas lahan yang tersedia, harus mengikuti aturan ulu – ulak. Yakni rumah yang dibangun harus dimulai dari bagian paling hulu. Aturan ulu – ulak bukan hanya mengenai pembangunan rumah. Namun juga sebagai pengatur ruang sosial.

Rumah yang berada di hulu ditempati oleh orang yang lebih tua dalam garis keluarga. Semakin muda seseorang, maka ia akan tinggal di rumah yang mendekati hilir. Sistem seperti ini juga berlaku dalam pembagian ruang di didalam rumah ulu.

Secara umum, rumah ulu terbagi menjadi tiga bagian, ruang depan, tengah, dan belakang. Ketiga ruang itu kemudian dibagi lagi menjadi beberapa bagian. Beberapa nama ruang dalam rumah ulu antara lain garang atau lintut, haluan dan kakudan, ruang gedongan atau ambin, dan ruangan dapur.

Garang atau lintut difungsikan sebagai tempat santai bagi pemilik rumah. Ruang haluan dan kakudan merupakan ruangan khusus untuk beristirahat. Haluan untuk laki – laki dan kakudan sebagai tempat isitirahat para perempuan.

Gedongan atau ambin terletak di tengah. Letak permukaan bagian ini lebih tinggi dari ruang lainnya. Bagian ini diperuntukkan bagi orang tua untuk memberi nasehat kepada anak dan cucunya.

Namun dalam jaman yang sudah modern ini rumah ulu sudah jarang ditemui. Namun nilai – nilai filosofisnya masih bisa dianut untuk menjalani kehidupan di era modern. Terlebih lagi nilai – nilai yang berkaitan dengan hubungan orang tua dengan generasi dibawahnya.


Sumber: indonesiakaya.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini