Get Plastic, Komunitas Pengolah Bahan Bakar Minyak dari Limbah Plastik

Get Plastic, Komunitas Pengolah Bahan Bakar Minyak dari Limbah Plastik
info gambar utama

Tahukah kalian jika di wilayah Jakarta saja, dengan jumlah penduduk lebih dari 10,4 juta jiwa tercatat bisa menghasilkan lebih dari 6000 ton sampah per harinya.

Dikutip dari aa.com.tr, menurut lembaga lingkungan global, Greenpeace mencatat sekitar 6500-7000 ton sampah yang dihasilkan oleh warga Jakarta. Ini setara dengan sekitar 4 persen dari total timbunan sampah nasional.

Fakta inilah yang akhirnya mendorong sebuah komunitas pecinta lingkungan dari Jakarta untuk melakukan inovasi. Adalah Get Plastic, mereka membuat sebuah mesin sebagai alat konvensi limbah plastic menjadi bahan bakar minyak yang mereka beri nama GP07. Lewat mesin ini, limbah plastik akan diubah menjadi cairan yang kemudian akan diproses menjadi gas.

Mesin ini diluncurkan ketika mereka membuka workshop di Gudang Sarinah Ekosistem, Jakarta Selatan. Salah satu penggagas Get Plastic, Dimas Bagus Wijanarko mengatakan bahwa mesin ini lahir setelah enam kali merakit prototype. Dia menjelaskan bahwa mesin pengolah sampah ini dibuat dari tabung-tabung bekas berbahan logam dan juga pipa besi bekas.

Dimas menjelaskan bahwa proses menjadikan limbah plastik tidaklah rumit.

“Metodenya menggunakan destilasi kering, proses pirolisis sehingga terjadi proses kimia. Plastik dimasukkan ke tabung, kemudian kita panaskan hingga 300-400 derajat, sehingga plastik mencair dan berubah menjadi gas,” ujar pria berumur 41 tahun ini, seperti dikutip dari aa.com.tr

Kegiatan Komunitas Get Plastic ini sekarang lebih sering mengunjungi komunitas pecinta lingkungan dan sekolah-sekolah di Jakarta maupun di wilayah sekitar Ibu Kota seperti, Bogor, Bekasi, Depok, dan Tangerang Selatan.

Selain itu, Komunitas ini juga sedang melakukan kampanye terhadap mesin ini dengan cara bahan bakar yang mereka olah di ujicobakan pada sebuah motor vespa tua tahun 1977. Rencananya kampanye ini akan dilaksanakan dari Pulau Jawa hingga Pulau Bali. Mereka akan mengunjungi beberapa kota/kabupaten seperti Bogor, Cimahi, Bandung, Majalengka, Jogjakarta, Jepara, Karimun Jawa, Rembang, Surabaya, Blitar, Lumajang, Banyuwangi dan destinasi terakhir adalah Bali.

Kampanye ini bermaksud untuk menggerakan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan terutama sampah plastik.


Sumber: aa.com.tr, galamedianews.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini