Jalur Kereta Yogyakarta-Magelang Segera di Reaktivasi

Jalur Kereta Yogyakarta-Magelang Segera di Reaktivasi
info gambar utama

Kemudahan akses sebagai penunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur akan didukung dengan adanya wacana pengaktifan kembali jalur kereta api Yogyakarta-Magelang yang kebenarannya sudah dikonfirmasi oleh Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto.

Namun ia juga menyebutkan bahwa hal itu merupakan kewenangan penuh DJKA (Dirjen Perkeretaapian).

Menurut penuturan Eko, wacana reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang ini memang sudah ada cukup lama. Dengan tujuan tiada lain untuk mempermudah akses wisatawan menuju objek wisata Candi Borobudur yang merupakan destinasi unggulan.

Meski sudah cukup lama, menurutnya wacana tersebut baru mulai direalisasikan tahun ini. Yakni dengan pemasangan patok DJKA (Dirjen Perkeretaapian) di Kabupaten Magelang.

Sejumlah petugas membenahi dan merawat rel kereta api di salah satu titik rel di Dusun Bantar, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, beberapa waktu lalu. Titik tersebut merupakan salah satu perlintasan sebidang tak berpalang pintu dan tak berpenjaga di Kulonprogo. Harian Jogja/Uli Febriarni
info gambar

Patok dipasang tak jauh dari trayek rel kereta api yang lama, kurang lebih 800 meter dari trayek lama.

Pemasangan patok sendiri sudah dilakukan di Kecamatan Secang, tepatnya kurang lebih 800 meter dari jalur kereta api lama.

Lokasi tepatnya berada di sekitar perempatan Secang, antara Jalan Raya Secang dan Jalan Alternatif Secang-Pucang.

Eko menyebut pematokan tersebut merupakan pekerjaan dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA yang tengah melakukan Studi Kelayakan (FS) dan Survey Investigasi Desain (SID). Studi kelayakan ini dimaksudkan untuk menilai kelayakan dari jalur kereta yang sudah ada, ataupun jalur baru mana akan dibangun.

"Apalagi saat ini kan jalan raya sudah macet, sedangkan jalur kereta api ini masih sangat memungkinkan dan potensial dikembangkan. Tidak hanya diaktivasi lagi tetapi juga peningkatan layanan. Misalnya kereta diesel dijadikan kereta listrik," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (31/7/2018).

Eko mengaku tak tahu menahu mengenai titik mana saja yang akan diaktifkan kembali atau dibuka sebagai jalur baru. Karena memang menjadi kewenangan DJKA. Menurutnya PT KAI biasanya dilibatkan saat seluruh proyek sudah rampung dan tinggal dijalankan saja.

"Mungkin di internal DJKA sudah ada detailnya tapi kami belum tahu sama sekali. Mungkin yang dilibatkan aktif dalam pembahasan tersebut malah dari pemerintah daerah, bisa Bappeda atau Dishub," imbuhnya.


Sumber: Harian Jogja | Tribun Jateng

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini