Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung pada tanggal 2-12 Agustus 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten. Pemerintah meluncurkan sebuah kendaraan produk dalam negri, yang diperuntukkan untuk masyarakat perdesaan, kendaraan ini ditujukan untuk menunjang mobilitas di bidang pertanian dan bidang perkebunan. Nama dari kendaraan ini adalah Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) yang diluncurkan sendiri oleh Presiden Jokowi di GIIAS 2018.

"Saat ini AMMDes siap diproduksi sebanyak 3.000 unit, dan kami akan tingkatkan menjadi 9.000-15.000 unit per tahun. Produksi secara massal akan dimulai pada Januari 2019," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.

AMMDes atau kendaraan desa ini juga irit dalam penggunaan hal bahan bakarnya, dan memiliki tenaga 500 CC dengan 1 silinder dan menggunakan mesin diesel. AMMDes ini memiliki kemampuan menanjak hingga sudut 30 derajat dan memiliki daya tamping 700 kg. Serangkaian uji coba sudah dilakukan dalam pengembangan AMMDes, mengenai perizinan dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) “Sekarang masih diurus izinnya rencana bulan November dikeluarkan”. Kata Airlangga Hartarto.

Dari segi harga AMMDes dibanderol dengan harga sekitar 65 sampai 70 juta rupiah diluar aksesoris yang dibutuhkan. Dan dari suku cadang Airlangga sudah memastikan ketersediaannya di banyak pasaran.

"Jadi, aksesorisnya tergantung kebutuhan mereka. Misalnya, mau pakai pompa, berarti tambah Rp 3 juta atau menggunakan rice milling tambah Rp 7 juta. AMMDes ini akan didorong menggunakan bahan bakar jenis euro2 atau Biodiesel 20," imbuhnya.dilansir dari liputan6

AMMDes adalah produk dari PT Kiat Mahesa WIntor Indonesia (PT KMWI), PT Kiat Mahesa WIntor Indonesia telah membangun kerja sama dengan lenbih dari 70 industri komponen dalam negeri untuk menjadi pemasok komponen mobil AMMDes ini. Para pemasok komponen tersebut sebagian besar adalah indurstri kecil dan menengah (IKM).

Saat ini Industri Dalam Negeri telah memproduksi sebanyak 184 jenis komponen atau setara 70 persen dari nilai total pengembangan alat transportasi untuk penumpang dan hasil pertanian tersebut.


Sumber:liputan6.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu