Ganti Freon Pendingin Ruangan dengan Asam Lemak Ikan

Ganti Freon Pendingin Ruangan dengan Asam Lemak Ikan

© Pixabay

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Bumi semakin panas. Pendingin ruangan menjadi pilihan untuk mengurangi panas yang dirasakan. Namun masalah juga hadir ketika AC dinyalakan. Freon yang dilepaskan AC akan merusak lapisan ozon. Ozon berguna untuk menahan paparan radiasi sinar ultraviolet dari matahari.

Permasalahan inilah yang kemudian membuat dua mahasiswi IPB melakukan riset. Mereka adalah Yeyen Laorenza dan Ani Nuraeni. Kedua mahasiswi IPB ini berhasil menemukan zat untuk menggantikan freon. Dua Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Kelautan Institut Bogor (FPIK IPB) memanfaatkan minyak ikan berbasis asam lemak.

Riset yang dilakukan menggunakan material peubah fasa yang berasal dari minyak ikan berbasis asam lemak atau dikenal dengan nama Marine Fish Oil Phase Change Material (MPO PCM).

Menurut Yeyen, asam lemak dapat menyimpan panas karena sifat termodinamika dan kinetik yang sesuai untuk penyimpanan panas laten suhu rendah. Minyak ikan sendiri dipilih karena termasuk dalam sumber asam lemak potensial.

Asam lemak dapat diperoleh dari limbah jeroan dan kepala ikan. Limbah ini bisa didapat dari limbah rumah tangga maupun limbah industri pengolahan ikan.

"Kelebihan asam lemak dibandingkan dengan bahan PCM (Phase Change Material) lainnya ialah stabilitas kimianya yang baik, tidak beracun, dan merupakan bahan terbarukan," kata Yeyen dalam pemberitaan Republika.

Pembuatan MPO PCM dari minyak ikan dilakukan dengan epoksidasi minyak terlebih dahulu. Tujuan dari epoksidasi ini untuk memutuskan ikatan rangkap yang terdapat pada minyak ikan. Dari hasil penelitiannya, diketahui bahwa MFO PCM mampu menyerap panas lebih besar dibandingkan minyak ikan kasar.

MFO PCM dapat diintegrasikan pada bangunan terutama pada dinding dan langit-langit. Aplikasi MFO PCM pada dinding menggunakan bentuk fins yang diisi dengan PCM sedangkan pada langit-langit menggunakan bentuk silinder.

Yeyen berharap, sistem yang telah mereka rancang dapat direalisasikan di Indonesia. Sistem ini semoga dapat mengurangi penggunaan gas freon. Karena ketika freon dilepas ke udara, baru terurai setelah bertahan 15 tahun di atmosfer.

Sumber : republika

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Protesa Tangan Buatan Mahasiswa Indonesia Siap Bantu Pasien Amputasi Sebelummnya

Protesa Tangan Buatan Mahasiswa Indonesia Siap Bantu Pasien Amputasi

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Luthfi Rahman
@luthfi24

Luthfi Rahman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.