23 tahun sejak kebangkitan teknologi Indonesia pada 10 Agustus 1995 melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 1995, peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun ini diadakan di Kota Pekanbaru, Riau, Sumatra Timur dengan puncak acara pada 10 Agustus 2018. Pemilihan kota Pekanbaru, Riau ini bukan tanpa alasan, perayaan Hakteknas 2018 mengambil tema "Inovasi untuk Kemandirian Pangan dan Energi." Masih dengan semangat yang sama yakni menggelorakan inovasi dalam bidang teknologi.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Backdrop rangkaian acara Hakteknas 2018 |  Foto: Vita Ayu Anggraeni / GNFI

Riau dengan peluang perbaikan mengenai pangannya mengundang untuk menjadikannya sebagai tuan rumah segala rangkaian acara Hakteknas 2018 yang digawangi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Disebutkan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia, Mohamad Nasir pada jumpa pers nya bersama awak media Kamis, 09 Agustus 2018, di Pulau Tinggi, Kecamatan Kampar, Riau: "Mengapa topik pangan dan energi diambil karena di provinsi Riau masalah pangan harus ditingkatkan kualitasnya. Selama ini kebutuhan pangan di provinsi Riau sangat tinggi sementara itu produksi di dalamnya masih sangat kurang oleh karena itu kita dorong."

Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bapak Profesor Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai Bapak Teknologi Indonesia pun turut hadir menularkan semangatnya kepada kaum muda penerus kebangkitan teknologi Indonesia.

 Foto: Vita Ayu Anggraeni / GNFI
Profesor B.J. Habibie menyampaikan keynote speech-nya dalam acara Pembukaan Kegiatan Ilmiah Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0 | Foto: Vita Ayu Anggraeni / GNFI

Pada acara Pembukaan Kegiatan Ilmiah Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0 yang dihadiri oleh Profesor B.J. Habibie tersebut, beliau bernostalgia mengingatkan bahwa semangat bangsa Indonesia di zaman dahulu untuk memajukan teknologi di Indonesia berdasarakan hanya pada perintah bapak Proklamator untuk sekolah hingga mampu membuat kapal dan pesawat mengingat negara Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga memudahkan masyarakat Indonesia untuk berinteraksi satu dengan lainnya.

"Pada umur 28 tahun saya berhasil lulus dari sekolah S3, bersama dengan teman-teman saya kemudian merakit pesawat N250, N untuk Nusantara, betapa bangganya pada masa itu. Bahkan saya mendapat sebuah surat dari teman baik saya berisi, betapa besarnya pesawat buatanmu, Habibie, padahal kamu hanya (berbadan) kecil saja," kira-kira seperti itu seruan Bapak Teknologi Indonesia tersebut agar masyarakat Indonesia tidak berhenti melakukan penelitian sehingga memajukan bangsa Indonesia ini.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Menristekdikti Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir | Foto: Vita Ayu Anggraeni / GNFI

Diamini oleh Mohamad Nasir yang menyebutkan bahwa "Negara yang maju, negara yang pemenang itu bukan karena jumlah penduduk yang besar, bukan karena negaranya besar, tetapi adalah negara yang punya inovasi,” dalam pidatonya di acara yang sama di Labersa Hotel & Convention Center, Pekanbaru, Riau, Kamis (09/08/18).

 

*GNFI

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu