Menjadi Penonton Yang Sportif

Menjadi Penonton Yang Sportif
info gambar utama

Beberapa minggu lagi indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games. Pembukaan olimpiade se-asia itu akan dilaksanakan pada tanggal 18 agustus 2018. Segala persiapan yang dilakukan oleh panitia Asian Games dan pemerintahan kita sudah mulai terlihat di Jakarta dan Palembang. Antusias dari masyarakat juga begitu baik dan semangat dalam menyambut olimpiade tersebut.

Asian Games ini tentunya akan dilihat dari berbagai penjuru dunia terutama di kalangan negara – negara asia. Oleh karena itu, sebagai negara yang menjadi tuan rumah, kita harus memberikan citra yang baik dan positif kepada negara-negara lain. Salah satunya adalah dengan menjunjung tinggi sportifitas dalam pertandingan.

Tentu kita tidak ingin merusak nama bangsa dan negara kita sendiri kan?

Pada dasarnya sikap sportif yaitu mentaati peraturan yang ada, tidak melakukan cara curang, dan mau mengakui kekalahan.

Sikap sportifitas tentu bisa terwujud. Ketika pertandingan ajang olahraga sedang berlangsung, sebagai penonton diperbolehkan bahkan diwajibkan untuk mendukung negaranya masing-masing. Tetapi juga dilarang untuk membuat segala aktivitas yang berlebihan untuk memancing keributan dengan cara yang tidak beretika.

Kita harus mendukung tim atau atlit negara kelahiran kita dengan cara yang sportif. Jangan sampai cara kita mendukung tersebut justru yang menjatuhkan nama baik negara. Contoh saja kita bisa melakukan tindakan sportif sebagai seorang penonton.

Sebagai penonton sepak bola, kita harus memberikan dukungan yang banyak dan meriah agar tim sepak bola lebih percaya diri dan semangat dalam bertanding. Kita sah-sah saja berteriak, menyanyikan yel-yel dengan keras, atau membuat tarian.

Sialnya, masih saja ada penonton yang tidak sportif dalam memberikan dukungan. Seperti menghina supporter lain bahkan sampai melemparkan barang-barang yang dapat membahayakan sekitar.

Sebagai negara asia yang paling plural. Kita harus mempunyai sikap toleransi yang lebih dari negara lain. Sikap toleransi yang kita miliki mampu diwujudkan dalam sikap sportifitas sebagai penonton.

Yaitu dengan tidak melakukan tindakan atau ucapan rasis kepada penonton lawan atau pemain dari negara lain. Karena perbedaan adalah hal yang wajar. Dan kita sebagai tuan rumah sudah biasa melihat perbedaan. Karena sikap rasis akan meningkatkan emosi dan akan berujung pada keributan.

Sikap sportif juga bisa kita wujudkan terhadap lingkungan. Jika ribuan penonton hadir maka bisa dibayangkan berapa banyak makanan atau minuman yang akan menjadi sampah. Tentu akan banyak sekali.

Membuang sampah pada tempatnya adalah cara paling sederhana kita sebagai penonton untuk mewujudkan lingkungan yang bersih. Jangan sampai kita sebagai penonton justru mengotori rumah sendiri.

Atau bisa juga kita lakukan dengan cara yang lain, yaitu menjaga dan memakai fasilitas yang telah disediakan dengan baik. Tidak sengaja mencoret-coret atau memainkan fasilitas sampai rusak.

Hal-hal yang tidak sportif seperti itu akan memunculkan berita buruk di media sosial dan televisi. Maka citra “ramah” dari Indonesia tidak akan dipercaya lagi. Dan membuat negara-negara lain tidak ingin melakukan kerja sama lagi dengan negara kita. Merugikan kan?

Sedangkan sikap sportifitas yang kita tunjukan akan membuat negara lain merasa dihormati dan disanjung dengan baik sebagai tamu. Walaupun tim atau atlit kita tidak menang dalam pertandingan setidaknya kita akan kalah dengan terhormat.

Mungkin sikap sportifitas adalah kunci utama agar olimpiade ini berlangsung tertib dan aman. Tentu kita berharap agar tidak terjadi adanya keributan-keributan antar penonton pertandingan, kerusakan – kerusakan pada fasilitas pertandingan, dan berita buruk yang merusak nama negara sendiri.

Kita harus mampu mengakui kemenangan lawan dengan cara yang dewasa dan mampu mengakui kekalahan dengan cara yang bijak. Setelah pertandingan, kita dan negara-negara lain tetap menjalin hubungan dengan baik.

Bahkan tidak menutup kemungkinan jika kita sebagai penonton yang menjunjung tinggi sportifitas saat pertandingan akan mengakibatkan pengaruh yang baik terhadap negara. Mungkin akan banyak negara baru yang ingin melakukan kerjasama dengan negara kita dalam berbagai bidang ekonomi, sosial, maupun politik.

Memang ketika pertandingan kita harus menganggap tim negara lain adalah lawan, tetapi itu hanya sebatas pertandingan saja. Setelah pertandingan selesai, kita semua adalah kawan kenegaraan.

Mari menjadi penonton yang menjunjung tinggi sikap sportifitas! Untuk indonesia!!

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini