Jepang Import Ikan Tuna Loin dari NTT Sebanyak 8,5 Ton

Jepang Import Ikan Tuna Loin dari NTT Sebanyak 8,5 Ton
info gambar utama

Sebelumnya Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kupang, mengekspor sebanyak 115,3 ton produk ikan kering ke Timor Leste selama Januari-Juni 2018. Permintaan ikan kering dari Pulau Timor selalu ada pada setiap bulan.

Tercatat sebanyak Rp. 693.600.000 dengan frekuensi dua kali pengiriman melalui jalur laut. Selain Negeri Jepang, Ntt juga mengekspor komoditi tuna loin ke Malaysia sebanyak 220 kilogram dan 200 kilogram ke Brunei Darussalam.

Stasiun Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur mengekspor sebanyak 8,6 ton ikan tuna loin ke Jepang di bulan Juni 2018.

"Ekspor tuna loin ke Jepang ini merupakan yang terbanyak untuk Juni 2018 dari sejumlah negara tujuan lainnya," kata Kepala KIPM Kupang Jimmy Elwaren.

Negara Jepang juga mengimpor produk ikan cakalang yang diekspor pada Juni 2018, yang mencapai berat sebanyak 22,7 ton lebih dengan nilai sekitar Rp 1,48 miliar.

Dilansir dari antara, Jimmy menambahkan, komoditi tuna loin dan ikan cakalang merupakan produk unggulan ekspor dari NTT yang selalu masuk dalam top lima komoditi ekspor setiap bulan. "Terutama yang masih menjadi primadona ekpor dari daeri ini yaitu ikan cakalang dengan nilai ekspor yang relatif cukup besar setiap bulannya," katanya.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan menuliskan, Komoditas ikan TCT (Tuna, Cakalang, Tongkol) menduduki peran penting dalam meningkatkan pembangunan perikanan di Indonesia. Gambar 1 menjelaskan bahwa 5 komoditas perikanan penyumbang utama nilai ekspor perikanan Indonesia adalah udang, TCT, ikan lainnya, rajungan-kepiting dan cumi-sotong-gurita.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Pada tahun 2017, TCT menjadi komoditas yang paling banyak menyumbang nilai ekspor perikanan Indonesia setelah udang. Negara tujuan utama ekspor TCT diantaranya adalah Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat. Ekspor produk dilakukan dalam bentuk olahan dan bukan olahan.


Sumber:kkp.antaranews.antaranews.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini