Produk Berlisensi Asian Games 2018, 15 Diantaranya Buatan Lokal

Produk Berlisensi Asian Games 2018, 15 Diantaranya Buatan Lokal
info gambar utama

Asian Games 2018 akan dihelat di Indonesia pada pertengahan Agustus. Persiapan juga telah hampir rampung, baik itu fasilitas khusus untuk para atlet yang akan berlaga hingga faktor non teknis di luar lapangan. Event yang selalu diadakan setiap empat tahun sekali ini ternyata bukan hanya menguntungkan bagi para olahragawan tetapi juga bagi para pengusaha dan pelaku UMKM di tanah air.

Menggelar salah satu turnamen bergengsi antar negara se-Asia, Indonesia pastinya akan mempersiapkan semuanya secara matang, termasuk pengadaan cinderamata atau Merchandise untuk Asian Games. Demi memperlancar hal tersebut, panitia penyelenggara ternyata sudah menggandeng 17 pelaku usaha dan 15 diantaranya berasal dari pengusaha lokal.

"Karena kita memiliki rasa nasionalisme tinggi, kita ingin punya produk Indonesia dan masyarakat sendiri dapat sesuatu lain dari Asian Games ini bukan hanya acaranya saja," kata Ketua Panitia Asian Games 2018, Erick Thohir seperti yang dilansir langsung dari kompas.

Beberapa Produk Berlisensi Asian Games 2018 yang Berasal dari UMKM lokal:

Du'Anyam

Produk berlisensi Asian Games 2018 yang pertama adalah Du'Anyam hasil kreasi dari Amak-Amak di Nusa Tenggara Timur (NTT). Produk satu ini terbilang memiliki bahan dasar yang cukup unik, yakni anyaman bambu. Barang yang dihasilkan juga cukup variatif, seperti topi, tatakan gelas, pembatas buku, kipas bahkan hingga topi.

Sritex

Sritex menjadi produk berlisensi Asian Games 2018 selanjutnya yang akan hadir di sepanjang gelaran tersebut. Perusahaan yang berlokasi di Sukoharjo merupakan salah satu penghasil tekstil terbesar di Jawa, bahkan Asia Tenggara. Dalam acara nanti, Dirut Sritex siap memproduksi sekitar 30 ribu merchandise Asian Games, mulai dari jaket, topi, tas hingga baju.

Brodo Footwear

Tak mau ketinggalan, Brodo Footwear juga akan menjadi produk berlisensi Asian Games 2018 ketiga. Salah satu merk sepatu lokal yang cukup terkenal ini menargetkan untuk dapat menjual sekitar 2000 sepatu. Demi mewujudkan target tersebut sekaligus memperkenalkan barangnya ke pangsa pasar lebih luas, Brodo Footwear sudah menyiapkan 9 serial sepatu terbaru khusus Asian Games.

15 Produk Berlisensi Asian Games 2018 dan Ratusan UMKM Berpartisipasi

Ajang Asian Games akan menjadi batu loncatan bagi para pelaku usaha UMKM di tanah air untuk 'unjuk gigi' dan mempromosikan produk-produk terbaiknya. Selain 15 produk lokal yang akan memiliki lisensi resmi, pihak panitia juga akan mengikutsertakan sekitar 321 UMKM. Sebagian besar dari pelaku usaha kecil menengah tersebut berasal dari bidang usaha kuliner.

Keberadaan UMKM di Asian Games berpotensi dalam banyak. Tidak melulu mendapatkan peningkatan penjualan, pelaku usaha juga akan mendapatkan dampak lainnya, salah satunya adalah memperkenalkan produk-produk berkualitas tanah air kepada para tamu dari negara se-Asia.

Penggunaan Sistem Bagi Hasil (Profit Sharing)

Dengan memiliki produk berlisensi Asian Games 2018, pastinya para pelaku usaha dan UMKM akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Ditambah lagi, mereka diperbolehkan untuk mendirikan di stand tertentu. Oleh karena itu, pihak panitia berharap pemasukkan yang didapatkan dari event empat tahunan ini akan menjadi lebih maksimal.

Karena tidak menggunakan dana APBN sama sekali, pengusaha dan pihak panitia akan menerapkan sistem bagi hasil. Hal tersebut sepertinya bukanlah masalah besar apalagi para pelaku usaha UMKM akan dibebaskan dalam menggunakan logo, banner, warna-warni berbeda yang terkait dengan Asian Games. Dengan adanya event seperti ini, diharapkan dapat memajukan industri UMKM di tanah air.

Meningkatnya pendapatan biasanya akan membuat para pelaku bisnis akan mengalami kesulitan dalam memonitor keuangan. Akibatnya, mereka menderita kerugian akibat sistem manual yang sangat menyusahkan. Untuk itu, Paper.id hadir sebagai solusi untuk para pelaku usaha. Tanpa repot untuk menulis secara manual, software invoicing #1 di Indoneisa ini akan mengotomatisasi tagihan kepada klien.


Sumber: Paper.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini