Yuk ikutan Pacu Jalur! Salah satu Olahraga Tradisional Indonesia

Yuk ikutan Pacu Jalur! Salah satu Olahraga Tradisional Indonesia

Pergerakan ratusan ribu pengunjung wisatawan nusantara (wisman) memadati Iven Festival Pacu Jalur 2017 di Taluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) provinsi Riau, Rabu (23/8/2017)/riau.go.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ada yang tahu Olahraga Pacu Jalur? Olahraga ini asli dari Indonesia loh, tepatnya di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Olahraga ini merupakan budaya masyarakat Kuantan Singingi. Tetapi, walau kita bukan penduduk sana, kita juga bisa ikutan loh dalam perlombaan Olahraga Pacu Jalur. Festival Olahraga Pacu Jalur yang diselenggarakan setiap tahun tanggal 23-26 Agustus untuk memeringati Hari Kemerdekaan RI. Wah.. sepertinya seru sekali ya olahraga yang satu ini. Karena dalam Olahraga Pacu Jalur kita tidak bermain sendiri. Setiap perahu terdiri dari tim yang beranggotakan sekitar 50 sampai 60 orang dari kalangan laki-laki dan perempuan berusia 15 sampai 45 tahun. Anggota tim disebut 'anak pacu' dengan beberapa tugas masing-masing dan sebutannya, seperti 'tukang kayu', 'tukang concang' yang menjadi komandan atau pemberi aba-aba , dan 'tukang pinggang' yang menjadi juru mudi. Ada juga 'tukang onjal' dalam memberi tekanan agar seimbang, agar perahu dapat berjungkat-jungkit secara teratur dan berirama. Perahu yang digunakan juga bukan sembarang perahu, panjang perahu untuk diperlombakan sekitar 25 sampai 40 meter. Perahu Pacu Jalur terbuat dari kayu. Pacu Jalur diikuti oleh ratusan perahu dan banyak atlet dayung. Setiap tim masing-masing perahu akan berlomba bersaing mandayung perahunya menyisiri Sungai Kuantan. Sangat dibutuhkan kekompakkan tim dalam hal ini. Karena kalau tidak kompak bisa dikalahkan oleh tim lain. Itulah asiknya Olahraga Pacu Jalur.

Olahraga Pacu Jalur merupakan olahraga turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu. Dulu sebelum ada Festival Pacu Jalur untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI. Olahraga Pacu Jalur diselenggarakan untuk memeringati hari-hari besar umat islam seperti Hari Raya Idul Fitri, Maulid Nabi atau Tahun Baru Muharam (1 sura). Pacu Jalur juga hanya diselenggarakan oleh penduduk desa-desa pinggir Sungai Kuantan. Tetapi sekarang Pacu Jalur bisa diikuti dari berbagai daerah. Dan banyak sekali wisatawan asing yang tertarik dengan Olahraga Pacu Jalur. Tiap tahunnya Festival Pacu Jalur menarik wisatawan sehingga tidak banyak dari penonton Festival Pacu Jalur ialah wisatawan asing. Merupakan prestasi bagi Indonesia bahwa salah satu olahraga tradisional Indonesia diminati wisatawan asing.

Sebagai anak bangsa kita patut bangga terhadap warisan olahraga tradisional Indonesia. Selain dari Olahraga Pacu Jalur ada banyak lagi olahraga tradisional Indonesia. Kita harus mengenal budaya kita dan harus dilestarikan. Karena kalau bukan kita penerus bangsa, siapa lagi?. Siapa tahu Olahraga yang satu ini bisa dijadikan ajang perlombaan olahraga internasional. Yuk lestarikan budaya dan olahraga tradisional Indonesia.


Sumber: bobo.grid.id|riau.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pencak Silat , Bawa Indonesia Terbang, Jangan Pernah Landas Sebelummnya

Pencak Silat , Bawa Indonesia Terbang, Jangan Pernah Landas

Misteri Hiu Purbakala Megalodon di Pangandaran Selanjutnya

Misteri Hiu Purbakala Megalodon di Pangandaran

Dwy Putri Permatasari
@dwyputri28_

Dwy Putri Permatasari

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.