Rumah Asal Atung Akan Menjadi Kawasan Wisata Berkelanjutan

Rumah Asal Atung Akan Menjadi Kawasan Wisata Berkelanjutan

Wisata laut pantai di Pulau Gili Noko di sebelah timur Pulau Bawean © Foto: Nedi Putra AW / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pulau Bawean mendadak menjadi populer semenjak salah satu spesies endemiknya, Rusa Bawean menjadi salah satu maskot di Asian Games 2018.

Selain rusa, pulau yang terletak di Laut Jawa, sekitar 120 km ke utara dari Gresik, juga memiliki pusat daya tarik lain, seperti pemandangan yang indah dan juga seni dan budayanya. Baru-baru ini warga dusun Teguh, desa Gunungteguh, kawasan Sangkapura, menyatakan kawasannya sebagai kampung budaya dengan mengadakan pagelaran pariwisata.

Para penampil menyambut pengunjung | Foto: Nedi Putra AW / Jakarta Pos
Para penampil menyambut pengunjung | Foto: Nedi Putra AW / Jakarta Post

Diadakan pada Kamis lalu, beragam aktifitas ditampilkan pada acara tersebut, mulai dari pencak silat dan seni memainkan lesung atau dhungka kepada seni dan kuliner lokal.

"Kami mencoba untuk menunjukkan potensi apa saja yang dimiliki oleh warga kami melalui pagelaran ini," ucap Faisyal Akli selaku kepala pemuda dan co-inisiator dusun Hamlet seperti yang dikutip dari Jakarta Post.

Ia menambahkan bahwa Bawean dulunya terkenal atas pariwisata lautnya karena lokasinya yang dikelilingi oleh pantai dan laut. "Sesungguhnya masih banyak lagi yang bisa ditawarkan dari aspek budaya."

Warga dusun Teguh menampilkan pencak silat ala Bawean | Sumber:
Warga dusun Teguh menampilkan pencak silat ala Bawean | Foto: Nedi Putra AW / Jakarta Post

Faisal juga menjelaskan bahwa ide tersebut muncul setelah penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi di area ini selama tiga tahun terakhir. Ia berharap dengan adanya acara ini, yang didukung oleh kementerian, akan menjadikan desa ini sebagai kampung wisata berdasarkan masyarakat yang berkelanjutan.

Peneliti dari Kementerian, Hamim Farhan menyebutkan Gunungteguh merupakan sebuah desa yang memiliki potensi besar. Warga lokalnya sendiri berasal dari beragam etnis, dari Madura, Jawa, hingga Bugis.

"Bukan berarti desa lain tidak memiliki potensi yang besar. Pagelaran ini bertindak sebagai pilot project yang ke depannya dapat diimplementasikan di area lainnya juga," ucap Hamim Farhan menambahkan bahwa inisiatif mandiri dan regulasi tambahan oleh pemerintah lokal juga berperan penting untuk mendukung kegiatan serupa.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
50.000 Kendaraan Listrik GESITS Akan Diproduksi Tahun Ini Sebelummnya

50.000 Kendaraan Listrik GESITS Akan Diproduksi Tahun Ini

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.