Daerah Ini Jadi Pelopor Peta Biru Pemajuan Kebudayaan!

Daerah Ini Jadi Pelopor Peta Biru Pemajuan Kebudayaan!
info gambar utama

Kabar terbaru datang dari salah satu kabupaten di pucuk timur pulau Jawa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) rupanya menetapkan Banyuwangi sebagai pelopor daerah generasi pertama yang menyerahkan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

Disampaikan oleh Bupati Banyuwangi melalui Berita Satu bahwa tim dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menyerahkan PPKD ke Mendikbud dan Dirjen Kebudayaan. Dengan demikian Banyuwangi turut disebut sebagai daerah pelopor karena termasuk generasi pertama yang menyerahkan PPKD ke pemerintah pusat.

Pulau Tabuhan, Salah Satu Destinasi Wisata yang Kerap Dikunjungi di Banyuwangi | Sumber dok: Jejak Piknik
info gambar

PPKD sendiri merupakan dasar pembuatan peta biru strategi kebudayaan nasional. Namun PPKD bukanlah sebagai bentuk birokratisasi kebudayaan. Sebab semua sumber kebudayaan tetap akan berasal dari rakyat. Peta biru dalam PPKD berikut strategi kebudayaan nasional hanyalah bagian dari skema pemajuaannya.

Di sisi lain Dirjen Kebudayaan menyatakan bahwa Banyuwangi dinilai sebagai daerah yang tidak hanya mampu menyusun pengembangan kebudayaan secara administratif, melainkan juga telah mengupayakan pemajuan secara konsisten. Lebih lagi Banyuwangi turut disebut sebagai contoh daerah yang pengembangan budayanya maju dan berkembang pesat.

Tari Gandrung Sebagai Tarian Khas Kabupaten Banyuwangi | Sumber dok: Berita Satu
info gambar

Dituturkan bahwa penyusunan PPKD merupakan bahan dalam rangka menyusun strategi kebudayaan nasional, di mana semua daerah didorong untuk menyusun guna dapat menjadi acuan.

Diketahui pula bahwa dalam PPKD terdapat sebelas aspek pemajuan kebudayaan yakni manuskrip, tradisi lisan, situs, adat istiadat, teknologi tradisional, pengetahuan tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, juga cagar budaya.

Menariknya, dari sebelas aspek yang ada rupanya Banyuwangi memiliki kesemuanya. Bahkan beberapanya telah dikembangkan dalam beragam festival seni-budaya dan mendapat banyak sambutan luar biasa dari berbagai kalangan.


Sumber: Berita Satu

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini