Untuk kesekian kalinya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan anugerah Sarwono Award. Kali ini, pakar lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Daniel Murdiyarso meraih penghargaan tersebut.

Sarwono Award diberikan LIPI setiap tahunnya kepada perorangan yang telah menunjukkan prestasi luar biasa dalam ilmu pengetahuan, kebudayaan dan kemanusiaan.

Tahun 2018 ini merupakan penghargaan Sarwono Award ke-17. Nama Sarwono Award diambil dari almarhum Sarwono Prawirohardjo sebagai bapak ilmu pengetahuan Indonesia yang juga kepala LIPI yang pertama.

Sumber: Tribun Bogor
Prof. Dr. Daniel Murdiyarso | Sumber: Tribun Bogor

Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, mengatakan, penyelenggaraan LIPI Sarwono Award dilakukan setiap tahun oleh LIPI atas pertimbangan sebagai lembaga keilmuan terkemuka di Indonesia, LIPI perlu memberi penghargaan dan menyelenggarakan orasi ilmiah dengan menampilkan sosok ilmuwan yang bereputasi nasional dan internasional.

"Pemberian penghargaan khusus dan orasi ilmiah ini diberikan bagi para sosok ilmuwan yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia," katanya di dalam Sarwono Award dan Sarwono Memorial Lecture di Auditorium LIPI, Jakarta, Kamis (23/8).

Guru Besar IPB Prof. Dr. Daniel Murdiyarso (kanan) saat menerima penghargaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sarwono Award XVII di Auditorium LIPI Jakarta. (Humas IPB).
Guru Besar IPB Prof. Dr. Daniel Murdiyarso (kanan) saat menerima penghargaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sarwono Award XVII di Auditorium LIPI Jakarta | Foto: Humas IPB

Guru Besar Ilmu Atmosfer, Departemen Geofisika dan Meteorologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Daniel Murdiyarso sebagai penerima LIPI Sarwono Award XVII adalah pakar iklim kehutanan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta juga merupakan salah satu peneliti yang berkontribusi terhadap Nobel Perdamaian 2007 untuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Ia juga merupakan penerima Ahmad Bakrie Award di bidang Sains pada tahun 2010 dan merupakan salah satu peneliti senior di Center for Internation Forestry Research (CIFOR).

Pria kelahiran Cepu, Jawa Tengah, ini aktif pula dalam penelitian terkait perubahan tata guna lahan, siklus biogeokimia, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Sejak 2002, pria berkacamata ini juga aktif sebagai anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI).


Sumber: IPB | Antara Megapolitan | LIPI | Tempo

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu