Mengenal 7 Startup Indonesia yang Berhasil Go-International

Mengenal 7 Startup Indonesia yang Berhasil Go-International

Illustrasi © unsplash.com

Revolusi digital yang dimulai sejak pergantian teknologi analog dengan teknologi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan di seluruh dunia. Perubahan yang mulai terasa pada era 1980-an dengan dikenalnya komputer dan kemudian meledak pada awal 1990-an lewat Internet ini mampu mengubah gaya dan pola hidup masyarakat.

Revolusi digital ini membuat perubahan besar di seluruh dunia. Efektivitas dan efisiensi sebagai akibat aplikasi teknologi digital merupakan sebuah kebutuhan yang nyata di masyarakat, terutama untuk memudahkan berbagai hal. Dan hal ini terus tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi dan inovasi di bidang digital.

Go-jek | merdeka.com
Go-jek | merdeka.com

Indonesia sebagai sebuah negara besar dengan demografi yang didominasi usia produktif, tak luput dari perkembangan teknologi ini. Indonesia bahkan sudah mendeklarasikan visi Indonesia Digital Nation yang salah satu tujuannya adalah menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Menjadi Digital Nation adalah menjadi negara yang menyediakan berbagai kemudahan dan kehidupan yang efektif dan efisien. Apakah Indonesia sudah on-track menuju hal tersebut? Bisa jadi, jika dilihat dari antusiasme dan inovasi anak-anak bangsa di bidang industri digital. Go-jek bisa jadi adalah yang paling sering kita dengar kiprahnya. Karya anak bangsa ini kini tak lagi jago kandang, tapi sudah merambah negara-negara lain, misalnya di Vietnam, Thailand, dan menyusul Filipina dan Singapura. Ini menandakan satu hal, bahwa di era digital ini, Indonesia pada dasarnya sedang menemukan momentum. Banyak startup digital yang tak lagi nyaman hanya menjadi besar di tanah air, dan mereka-mereka ini mampu melewati batas negara, berekspansi ke negara lain. Inilah mereka.

  • Go-jek

Didirikan pada tahun 2010 sebagai layanan ride-sharing dengan sepeda motor, kini GoJek telah berevolusi menjadi platform digital dengan berbagai fitur keren. Perusahaan ini juga telah resmi berekspansi ke luar negeri. Setelah beroperasi di 50 kota di Indonesia, Go-Jek kemudian membuka operasi di Vietnam, Thailand, dan menyusul Filipina dan Singapura.

  • Traveloka

Didirikan tahun 2012 silam, Traveloka merupakan sebuah perusahaan unicorn Indonesia yang menyediakan layanan tiket pesawat dan pemesanan hotel secara online dengan fokus pada perjalanan domestik.

Traveloka | tnooz.com
Traveloka | tnooz.com

Traveloka didirikan oleh Derianto Kusuma, Ferry Unardi dan Albert Zhang, dan kini layanannya sudah ada di Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina dan Vietnam.

  • Adskom

Startup yang satu ini didirikan pada tahun 2013 lalu oleh dua orang bernama Italo Gani dan Tirto Adji. Startup periklanan digital asal Indonesia ini menyediakan platform programmatic advertising.

Adskom | e27.com
Adskom | e27.com

Setelah membuka cabang di Singapura dan Amerika Serikat, pada tahun 2016 lalu Adskom resmi melebarkan sayapnya ke India.

  • Hijub

Hijub adalah startup yang fokus pada islamic fashion e-commerce, pertama di Indonesia.

Hijup | hijup.com
Hijup | hijup.com

Startup yang didirikan oleh Diajeng Lestari ini sudah berekspansi ke Malaysia dengan membuka store offline di salah satu mall disana.

  • Bridestory

BrideStory adalah plaform untuk profil dan portofolio vendor pernikahan. Pengguna dapat mencari vendor berdasarkan hal-hal yang mereka butuhkan – seperti perlengkapan pernikahan, perhiasan, dan fotografi – serta berdasarkan lokasi atau harga. Vendor, di sisi lain, dapat mendaftar dan menggunakan BrideStory untuk menumbuhkan online-presence-nya.

Bridestory | hitsss.com
Bridestory | hitsss.com

Didirikan oleh Kevin Mintaraga di tahun 2014 lalu, Bridestory kini sudah melebarkan sayapnya ke Singapura, Filipina dan Australia.

  • Sweet Escape

SweetEscape adalah sebuah startup yang memungkinkan seseorang untuk memesan jasa fotografer profesional dengan mudah.

Sweet Escape | sweetescape.com
Sweet Escape | sweetescape.com

Didirikan oleh David Soong pada tahun 2015, startup ini sudah melakukan ekspansi perdana ke Filipina.

  • Investree

Investree, startup asal ndonesia dikenal dengan nama eLoan di Vietnam. Investree merupakan sebuah startup fintech yang menawarkan layanan peminjaman peer to peer (P2P lending).

Investree | investree.com
Investree | investree.com

Tak hanya di Vietnam, kabarnya du akhir 2018 mendatang, startup yang didirikan oleh Adrian Gunadi 3 tahun silam ini akan memperluas layanannya ke Thailand.

Sumber : Tribunnews.com | TechinAsia.com | republika.com | investree | Hijup | Adskom

Pilih BanggaBangga63%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang4%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi19%
Pilih TerpukauTerpukau15%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kampoeng Mataraman, Tempat Wisata Bernuansa Jawa Awal Abad 19 Sebelummnya

Kampoeng Mataraman, Tempat Wisata Bernuansa Jawa Awal Abad 19

Nusantara Innovation Forum: Diinisiasi oleh Diaspora Muda Indonesia, untuk Para Pegiat Riset dan Inovasi Selanjutnya

Nusantara Innovation Forum: Diinisiasi oleh Diaspora Muda Indonesia, untuk Para Pegiat Riset dan Inovasi

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.