Pilinan Bambu di Jantung Jakarta

Pilinan Bambu di Jantung Jakarta
info gambar utama

Sepanjang sejarah, bambu telah dikenal untuk kekuatan, fleksibilitas, dan kualitas terbarukannya, banyak yang menganggap bambu sebagai bahan yang sangat bagus.

Joko Dwi Avianto mengamini kualitas bambu tersebut dengan membuat desain serta membangun ikon baru Jakarta, berjudul Getih Getah (merepresentasikan merah putih dari warna getah -bening- dan getih yang berarti darah berwarna merah), yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan bulan Agustus lalu yang letaknya dekat dengan Patung Selamat Datang di area Thamrin, di jantung kota Jakarta.

The Lost Vegetations oleh Joko Dwi Avianto | Sumber: ARTJOG/File
info gambar

Event tersebut diadakan sebagai bagian dari perayaan peringatan hari kemerdekaan RI serta menyambut peserta Asian Games 2018 yang telah usai dengan gemilang.

Joko menyebutkan bahwa instalasi bambu tersebut membutuhkan waktu satu minggu hingga akhirnya rampung dan mampu bertahan hingga enam minggu sampai dua bulan.

Instalasi tersebut terdiri dari 1,600 batang bambu jenis awitali dan betung, berdiri setinggi 5,5 meter, sepanjang 13 meter, dan selebar 4 meter, disangga oleh 73 batang bambu, merepresentasikan 73 tahun Kemerdekaan RI.

Joko menyebut bentuk dari hasil karyanya tersebut terinspirasi dari sebuah windsock, dengan ujung yang berbentuk seperti tali berkelok yang terikat melambangkan kesatuan.

"Beberapa orang mungkin melihat kemiripan dari kepala dan buntutnya; hal ini untuk menunjukkan orientasi dari instalasi ini," ucap Joko.

Joko saat proses pembuatan Yokohama Museum of Art’s Grand Gallery in Japan. (Andang Iskandar/Humanika Artspace | Sumber:
info gambar

Bentuknya sendiri sesungguhnya mendapat beragam komentar dan interpretasi dari publik, mulai dari komentar yang cukup lucu menyebutkan bahwa bentuknya mirip pose erotis hingga komentar serius dengan nada politik.

Namun Joko sendiri menyebutkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat atas persepsinya masing-masing. Ia hanya bersyukur bahwa hasil karyanya mendapat perhatian begitu besar.

"Sebagai seorang seniman yang telah menghabiskan waktu di dunia kesenian bertahun-tahun, saya sudah mendapatkan reputasi yang lumayan baik; maka dari itu saya tidak akan membuat sesuatu secara sembarangan," ucap pria berumur 42 tahun yang lahir di Cimahi, Jawa Barat.

Nama Getih Getah terinspirasi dari cerita era Majapahit bagaimana para tentara membuat impact yang besar ketika mereka mengibarkan bendera mereka yang ebrwarna merah-putih ketika mereka turun dari kapal mereka dan berbaris dalam jumlah besar.

Dalam bayangannya, ketika membuat instalasi tersebut, Joko membayangkan para atlet bersiap untuk berkompetisi, seperti pejuang Majapahit.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini