Pilinan Bambu di Jantung Jakarta

Pilinan Bambu di Jantung Jakarta

Ikon baru: Getih Getah karya seniman Joko Dwi Avianto yang dibangun di daerah padat Thamrin, jantung Jakarta © Dhoni Setiawan / Jakarta Post

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sepanjang sejarah, bambu telah dikenal untuk kekuatan, fleksibilitas, dan kualitas terbarukannya, banyak yang menganggap bambu sebagai bahan yang sangat bagus.

Joko Dwi Avianto mengamini kualitas bambu tersebut dengan membuat desain serta membangun ikon baru Jakarta, berjudul Getih Getah (merepresentasikan merah putih dari warna getah -bening- dan getih yang berarti darah berwarna merah), yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan bulan Agustus lalu yang letaknya dekat dengan Patung Selamat Datang di area Thamrin, di jantung kota Jakarta.

The Lost Vegetations oleh Joko Dwi Avianto | Sumber: ARTJOG/File
The Lost Vegetations oleh Joko Dwi Avianto | Sumber: ARTJOG/File

Event tersebut diadakan sebagai bagian dari perayaan peringatan hari kemerdekaan RI serta menyambut peserta Asian Games 2018 yang telah usai dengan gemilang.

Joko menyebutkan bahwa instalasi bambu tersebut membutuhkan waktu satu minggu hingga akhirnya rampung dan mampu bertahan hingga enam minggu sampai dua bulan.

Instalasi tersebut terdiri dari 1,600 batang bambu jenis awitali dan betung, berdiri setinggi 5,5 meter, sepanjang 13 meter, dan selebar 4 meter, disangga oleh 73 batang bambu, merepresentasikan 73 tahun Kemerdekaan RI.

Joko menyebut bentuk dari hasil karyanya tersebut terinspirasi dari sebuah windsock, dengan ujung yang berbentuk seperti tali berkelok yang terikat melambangkan kesatuan.

"Beberapa orang mungkin melihat kemiripan dari kepala dan buntutnya; hal ini untuk menunjukkan orientasi dari instalasi ini," ucap Joko.

Joko saat proses pembuatan Yokohama Museum of Art’s Grand Gallery in Japan. (Andang Iskandar/Humanika Artspace | Sumber:
Joko saat proses pembuatan karyanya untuk Yokohama Museum of Art’s Grand Gallery di Jepang | Sumber: Andang Iskandar/Humanika Artspace

Bentuknya sendiri sesungguhnya mendapat beragam komentar dan interpretasi dari publik, mulai dari komentar yang cukup lucu menyebutkan bahwa bentuknya mirip pose erotis hingga komentar serius dengan nada politik.

Namun Joko sendiri menyebutkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat atas persepsinya masing-masing. Ia hanya bersyukur bahwa hasil karyanya mendapat perhatian begitu besar.

"Sebagai seorang seniman yang telah menghabiskan waktu di dunia kesenian bertahun-tahun, saya sudah mendapatkan reputasi yang lumayan baik; maka dari itu saya tidak akan membuat sesuatu secara sembarangan," ucap pria berumur 42 tahun yang lahir di Cimahi, Jawa Barat.

Nama Getih Getah terinspirasi dari cerita era Majapahit bagaimana para tentara membuat impact yang besar ketika mereka mengibarkan bendera mereka yang ebrwarna merah-putih ketika mereka turun dari kapal mereka dan berbaris dalam jumlah besar.

Dalam bayangannya, ketika membuat instalasi tersebut, Joko membayangkan para atlet bersiap untuk berkompetisi, seperti pejuang Majapahit.


Sumber: Jakarta Post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang29%
Pilih Tak PeduliTak Peduli43%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Eksistensi Organisasi Ekstra Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang Sebelummnya

Eksistensi Organisasi Ekstra Kampus Universitas Muhammadiyah Palembang

Gunakan Bahan Makanan yang Terbuang Percuma, Resto Indonesia di Jerman Jadi Idaman Selanjutnya

Gunakan Bahan Makanan yang Terbuang Percuma, Resto Indonesia di Jerman Jadi Idaman

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.