Tidak Hanya Ketemu Super Junior, Ini Hasil Kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan

Tidak Hanya Ketemu Super Junior, Ini Hasil Kunjungan Presiden Jokowi ke Korea Selatan
info gambar utama

Apa yang akan kamu lakukan jika berkesempatan ke Korea Selatan? Berjalan-jalan menyusuri jalanan pusat kota yang dihiasi sungai besar nan bersih? Atau mengunjungi kantor-kantor agensi idola-idola di sana?

Nah, itu juga yang tidak dilewatkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama dengan ibu negara, Iriana Widodo, saat kunjungannya ke Seoul, Korea Selatan, sejak 9 September 2018 lalu, yang merupakan kunjungan balasan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in saat 2017 lalu.

Tentunya, kunjungan ini bertujuan menguatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara tersebut, khususnya juga menambah ketertarikan pelaku usaha luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia. Korea juga memandang bahwa Indonesia memiliki peranan penting dalam perkembangan kawasan ASEAN.

Hasil konkret kunjungan Presiden Joko Widodo ini adalah beberapa kesepakatan berupa nota kesepahaman dan komitmen investasi. Dilansir Detik, menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, terdapat 15 nota kesepahaman dan enam komitmen investasi yang tercatat senilai US$ 6,2 miliar atau setara dengan Rp 81,7 triliun.

Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan khususnya dalam bidang industri berat dan otomotif. Adapun daftar nota kesepahaman berupa business to business yang berhasil dikantongi oleh Jokowi untuk Indonesia, seperti dilansir Detik, adalah sebagai berikut:

-Pengembangan PLTA di Aceh Jaya, Bireun, Bener Meriah di Aceh dan di Luwu Timur, Sulawesi Selatan
-Pengembangan pabrik kimia (VCM dan PVC) di Merak, Banten
-Pengembangan pabrik mesin diesel
-Pengembangan properti mixed-use MNC Lido City di Bogor, Jawa Barat
-Pembangunan industri kosmetik di Karawang, Jawa Barat
-Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta
-Pengembangan properti di Jakarta dan Bekasi
-Kerjasama strategis di bidang Intelligent Transportation System (ITS)
-Kerjasama strategis di bidang pengembangan ekosistem start-up
-Engineering/Procurement/Construction of Jawa 9&10 (2x1000MW) Coal Fired Steam Power Plant Project
-Kerjasama strategis di bidang pengembangan pusat teknologi alat-alat permesinan di Bandung, Jawa Barat

Pun daftar komitmen investasi yang berhasil dikantongi Jokowi adalah perusahaan-perusahaan berikut:

- LS Cable & System - PT Artha Metal Sinergi
- Parkland
- Sae-A Trading
- Taekwang Industrial
- World Power Tech - PT NW Industries
- InterVest - Kejora Ventures

Kerjasama-kerjasama tersebut di atas membuktikan bahwa negara-negara lain masih sangat percaya akan kinerja Indonesia dalam mengelola dan menjaga kerjasama dan kesepakatan-kesepakatan. Tentunya ini adalah salah satu sarana bagi pengusaha-pengusaha dalam negeri untuk belajar dan menumbuhkan semangat kompetisi yang intensif agar tidak lalai. Seperti yang dikatakan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arif Yahya, bahwa kita butuh pesaing untuk dapat bergerak maju dan tidak malas.

Sumber: Detik

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini