3.000 Warga Makan Nasi Lengko, Kota Cirebon Pecahkan Rekor Indonesia

3.000 Warga Makan Nasi Lengko, Kota Cirebon Pecahkan Rekor Indonesia
info gambar utama

Sebanyak 3 ribu lebih warga Kota Cirebon makan nasi lengko bersama-sama, Sabtu (15/9). Kegiatan itupun tercatat dan pecahkan Original Record Indonesia (ORI).

Makan nasi lengko bersama yang dilakukan sekitar 3 ribu warga itu digelar di ruas Jalan Siliwangi Kota Cirebon. Mereka menyantap nasi lengko sambil duduk di atas karpet yang telah disediakan panitia. Sejumlah pertunjukkan dari panggung hiburan pun mengiringi aktivitas santap mereka.

Masyarakat Kota Cirebon saat memeriahkan festival makan nasi lengko di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (15/9/2018). Foto: One/Jabar News
info gambar

Setelah selesai, Presiden ORI, Agung Elvianto, menyerahkan piagam pemecahan rekor ORI kategori kolosal, yaitu peserta terbanyak dengan memakan nasi lengko, makanan tradisional Cirebon, kepada Pj Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik.

Ketua Panitia Hari Jadi Cirebon Ke 649, Drs H Abdullah Syukur MSi mengatakan, pemecahan rekor makan nasi lengko menjadi salah satu upaya memperkenalkan makana khas Cirebon di tingkat nasional.

“Nasi lengko merupakan makanan khas yang perlu digaungkan keberadaannnya di kancah nasional. Selain rasanya yang cocok di lidah masyarakat Indonesia, keunikan lainnya karena nasi lengko ini sangat simpel dan merakyat,” paparnya pada Radar Cirebon.

Presiden ORI Agung Elvianto saat memberikan penghargaan memecahkan rekor terbaru ORI dengan jumlah nasi lengko terbanyak, Sabtu (15/9/2018). Foto: One/Jabarnews
info gambar

Sementara itu Presiden ORI, Agung Elvianto berharap pemecahan rekor makan nasi lengko dengan peserta terbanyak ini bisa membawa nasi lengko menjadi ikon kuliner khas Indonesia.

“Jadi bukan hanya kuliner dari Cirebon saja, tetapi bisa menjadi kuliner nasional,” kata Agung, dikutip Antara.

Menurut Agung, jika sudah menjadi ikon kuliner Indonesia, nasi lengko bisa disajikan di berbagai acara yang bersifat nasional, bahkan internasional. "Ini bisa mendorong UMKM kita bergairah dan memberikan dampak ekonomi."

Nasi Lengko dari Cirebon, Jawa Barat. Foto: Subekti/Tempo
info gambar

Dikutip Republika, nasi lengko berasal dari kata ‘langka’ yang artinya tidak ada. Di masa lalu saat zaman susah, warga susah mendapatkan lauk, kecuali tempe dan tahu, sehingga jadilah nasi lengko.

Nasi lengko merupakan nasi yang diatasnya diberi irisan tahu, tempe, ketimun dan tauge. Setelah itu, disiram dengan kuah kacang dan ditambah dengan kecap manis. Untuk menambah aroma sedap, ditaburkan daun kucai dan bawang goreng.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini