Ini Dia Sosok Donald Santoso, Penggagas Basket Kursi Roda di Indonesia!

Ini Dia Sosok Donald Santoso, Penggagas Basket Kursi Roda di Indonesia!
info gambar utama

Namanya Donald Santoso. Ia merupakan kapten tim sekaligus penggagas permainan basket kursi roda Indonesia. Kehadiran Donald dipastikan semakin memperkuat skuat Indonesia pada gelaran Asian Para Games 2018, 6 hingga 13 Oktober mendatang.

Diketahui bahwa Donald Santoso sempat mengalami cedera parah saat duduk di bangku SMA. Ia cedera saat tengah berlatih menjelang pertandingan antar SMA di Jakarta. Awalnya ia mengabaikan rasa sakit saat melompat, karena ia berpikir hal tersebut merupakan cedera biasa. Namun siapa sangka, setelah itu rasa sakit yang melandanya bahkan lebih parah.

Setelahnya Donald melakukan check up dan dokter menyebut jika lututnya bermasalah. Ia pun diharuskan untuk menjalani operasi agar lututnya bisa kembali normal. Namun beberapa operasi juga pengobatan yang ia lalui justru membuatnya sempat frustasi. Pada akhirnya, hal tersebut justru membuatnya ‘jatuh’ sebab kehilangan kemampuan berlari dan melompat. Akan tetapi, kini dia ‘lahir’ kembali dengan menghadirkan basket kursi roda sebagai salah satu keahliannya.

View this post on Instagram

Hari ini mari berkenalan dengan Donald Santoso, atlet Basket Kursi Roda asal DKI Jakarta di ajang #AsianParaGames2018. . Donald pun dulunya merupakan atlet basket normal, namun lantaran cidera lutut yang dialaminya hingga harus operasi lutut sebanyak enam kali, Donald kini merasa sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya olahraga basket kursi roda ini yang membuatnya tetap bisa bermain dan bertanding basket. . Pengalamannya sebagai atlet yang bertanding di Amerika Serikat pada cabang olahraga ini membuatnya optimis bisa mengembangkan basket kursi roda di Tanah Air. Tahun lalu, Donald kembali ke Indonesia dan mulai mengembangkan basket kursi roda dengan mendirikan Jakarta Swift Wheelchair Basketball dan membantu membangun tim nasional pertama untuk basket kursi roda di Indonesia. . Mari kita dukung @jakartaswift.basketball di ajang Asian Para Games 2018! Mereka akan berlaga pada pertandingan pertama, 7 Oktober 2018, di Basket Hall Gelora Bung Karno Senayan. . #AsianParaGames2018 #ParaInspirasi #SemangatJakartaUntukAsia

A post shared by Anies Baswedan (@aniesbaswedan) on

Semua bermula, salah satunya, saat ia melanjutkan studi S2 di Arizona State University. Disebutkan oleh Bola Sport bahwa di tempat tersebut Donald dipercaya untuk memimpin skuat tim basket kursi roda sebagai kapten tim universitas. Selang beberapa tahun kemudian, ia juga mendapat tawaran bergabung dengan klub dan menjadi salah satu bagian dari tim basket kursi roda Phoenix Suns.

Dua tahun bersama Phoenix Suns, Donald kemudian memutuskan untuk pulang kampung. Tepat di tahun 2017, ia berkomunikasi dengan National Paralympic Committee (NPC) untuk membangun timnas basket kursi roda. Usulan tersebut pun diterima, timnas terbentuk, dan Donald terpilih menjadi kapten.

View this post on Instagram

Thankyou @officialinewstv #JKTSwift

A post shared by Jakarta Swift Wheelchair Ball (@jakartaswift.basketball) on

Kemahiran Donald dalam bermain basket tak perlu diragukan lagi. Tembakan-tembakan three point yang ia lakukan selalu membuat penonton terpesona. Padahal ia melakukan hal tersebut tanpa lompatan, akan tetapi tembakannya selalu akurat, dan pergerakannya juga lincah pun cepat.

Kini Donald tengah mempersiapkan laganya dalam Asian Para Games 2018 di Jakarta. Persiapan yang telah dilakukan mencapai 100 persen, hanya tinggal mematangkan teknik saja. Donald menyebu dengan ajang ini ia ingin mengajak masyarakat untuk tidak menatap belas kasihan kepada mereka. Justru ini merupakan rintangan yang harus dihadapi.

Turut bangga dengan apa yang telah dilakukan Donald juga kawan-kawan lainnya. Kawan GNFI jangan lupa untuk terus dukung dan berikan semangat terhadap para atlet Asian Para Games 2018 ya!

Maju terus Anak Bangsa, Bangga Indonesia!

Sumber: Detik | Bola Sport | Tribun

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini