Empat Bank Indonesia Termasuk Sustainable Bank di ASEAN versi WWF

Empat Bank Indonesia Termasuk Sustainable Bank di ASEAN versi WWF
info gambar utama

Mengingat gentingnya konservasi alam dan lingkungan saat ini serta dampak-dampak akan eksploitasi alam berlebih yang mulai terlihat, pemerintah dan berbagai lembaga masyarakat mulai mengembangkan program-program yang beorientasi lingkungan dan berkelanjutan atau sustainable development.

Baik di bidang infrastruktur seperti konstruksi, hingga bidang finansial pada bank dan lembaga keuangan lainnya, diharapkan mencanangkan program yang mempertimbangkan alam dan lingkungan. Sejak Januari 2016, bank-bank didampingi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan World Wild Foundation (WWF) Indonesia dalam menerapkan keuangan berkelanjutan.

Program keuangan berkelanjutan ini terdiri dari pengembangan kerangka kerja yang berintegrasi dengan lingkungan, sosial dan tata kelola (LST). Program tersebut, dilansir dari WWF Indonesia, dimaksudkan agar bank ikut mendorong pembangunan berkelanjutan dan motogasi risiko perubahan iklim yang dapat memengaruhi arus neraca.

WWF Indonesia menyatakan bahwa bank-bank di kawasan ASEAN, yang direpresentasikan dari 34 bank pada enam negara ASEAN, harus ikut serta dalam meminimalisir risiko perubahan iklim yang rentan terjadi di kawasan tersebut yang dapat berpengaruh sekali terhadap ketahanan pangan dan air nasional.

Laporan dan transparansi yang interaktif juga menjadi faktor penilaian, agar pengguna dapat mengakses poros pembiayaan bank yang digunakannya. Adapun terdapat 22 indikator penilaian

Indonesia, dalam hal ini diwakili oleh diantaranya empat bank yaitu Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menurut WWF Indonesia telah menunjukkan komitmennya mengintegrasikan keputusan bisnisnya dengan LST yang juga bertujuan meningkatkan porsi pembiayaan ke kegiatan bisnis yang dilakukan secara berkelanjutan.

Misalnya, BNI mengungkapkan laporan kebijakan pembiayaan sawit mereka, begitu pula BRI. BNI juga memiliki struktur organisasi terkait pembagian tugas yang berintegrasi dengan konsep pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, seluruh bank Indonesia yang dinilai memiliki transparansi yang baik dilihat dari indikator corporate website yang diberi nilai fulfilled. Hampir seluruh bank tersebut juga telah merumuskan kebijakan bagi pemangku kepentingan yang terlibat terkait keuangan berkelanjutan ini.

Di Indonesia memang telah digagas inisiatif keuangan berkelanjutan tersebut oleh delapan bank pada 31 Mei 2018 lalu. Hal ini didasari oleh peranan penting bank dalam pembiayaan transisi ke sistem pangan, energi dan transportasi berkelanjutan, yang seharusnya menjadi solusi bagi permasalahan tersebut. Begitu pula dalam menyongsong SDGs (Sustainable Development Goals).

Sumber: WWF-Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini