Pernah Terpikir Bagaimana Bayi Kembar Orangutan?

Pernah Terpikir Bagaimana Bayi Kembar Orangutan?
info gambar utama

Kabar menggembirakan datang dari Batang Toru, kawasan ekosistem yang berada di tiga kabupaten yaitu Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Hutan ini merupakan habitatnya orangutan tapanuli, spesies baru yang dikukuhkan awal November 2017.

Andayani Oerta G dan Ulil Amri Silitonga, dua staf Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP), yang bertugas di pos pemantauan hutan Batang Toru, hampir tak percaya melihat satu induk orangutan tapanuli bersama dua bayinya asik berayun di pohon. Keduanya kaget, melihat penampakan tidak biasa itu dan langsung mendokumentasikannya.

“Saya mengelola camp beberapa bulan lalu dansedang melakukanmisi pencarian rutin orangutan.Tiba-tiba, kami menemukan induk orangutan tapanuli dengan dua bayinya. Keduanya terlihat kembar,” jelas Andayani yang merupakan Manajer Pos Pemantauan Hutan SOCP.

Dia menjelaskan, bayi kembar itu begitu mirip, ukuran tubuhnya tidak jauh berbeda. Satu individu terlihat aktif dan satunya lagi pemalu, selalu ingin dekat induknya. “Kami pertama kali melihatnya Minggu (20 Mei 2018), pukul 14.30 WIB, sekitar 15 meter di atas pohon. Selama 15 menit kami memantau, hingga sang induk memindahkan keduanya ke pohon lain. Sangat menarik andai diketahui bagaimana bayi kembar ini dilahirkan,” jelas Andayani.

Inilah bayi kembar orangutan tapanuli dengan induknya yang terpantau di ekosistem Batang Toru, Sumatera Utara | Foto: SOCP
info gambar

Ian Singleton, Direktur SOCP yang menghabiskan waktu tahunan mempelajari karakteristik orangutan sumatera liar, takjub dengan temuan ini. Dia mengatakan, belum pernah melihat induk orangutan memiliki bayi kembar. “Patut diingat, orangutan tapanuli ini merupakan spesies terancam punah di dunia,” ujarnya, Rabu (11/7/2018).

Meski langka, akan tetapi hutan tempat primata ini hidup sudah terpecah-pecah. Bahkan, terancam pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga air. Semua pihak diharapkan berhenti menghancurkan habitat orangutan tapanuli ini dan menyatukan kebali hutan sebagaimana mestinya.

“Bayi kembar ini adalah harapan. Spesies ini dapat diselamatkan jika kita mengambil tindakan cepat,” jelasnya.

Kelahiran orangutan kembar sangat jarang terjadi, dan ini ditemukan pada orangutan tapanuli di ekosistem Batang Toru | Foto: SOCP
info gambar

Matthew G. Nowak, Direktur Biodiversity Unit PanEco-SOCP, Rabu sore (11/7/18) kepada Mongabay Indonesia mengatakan, kelahiran orangutan liar kembar ini merupakan berita yang mengejutkan dunia. Berdasarkan bukti dan publikasi mengenai kelahiran orangutan kembar, ini baru terjadi sekali di Kalimantan, dan itu setelah 100 tahun penelitian.

“Informasi ini merupakan kejutan bagi kami dan dunia. Populasi orangutan tapanuli diperkirakan tak lebih dari 800 individu hidup yang memang hanya ada di kawasan ekosistem Batang Toru,” jelas pria yang sudah bertahun-tahun menekuni kehidupan orangutan.

Matthew menjelaskan, dari sejarah kelahiran bayi kembar orangutan yang pernah ada di kebun binatang Eropa dan seluruh dunia, untuk orangutan Kalimantan dan orangutan sumatera memang kecil peluangnya. Kelahiran bayi kembar orangutan sumatera sebelum ditemukannya jenis orangutan tapanuli ini, hanya 1,4 persen saja peluangnya. Sementara, persentase untuk orangutan kalimantan hanya 1,2 persen.

“Di 2011, ada bayi kembar orangutan liar lahir di Borneo, dan sekarang ada di Ekosistem Batang Toru. Hal mengejutkan adalah, bayi kembar ini orangutan tapanuli, kera besar yang statusnya Kritis. Bayangkan, dari 1971 hingga sekarang ini, penelitian mengenai orangutan sumatera belum pernah menemukan kelahiran kembar,” jelasnya.

Hutan Batang Toru, tempat hidupnya orangutan tapanuli yang harus dijaga kelestariannya | Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia
info gambar

Dia mengatakan, usia si kembar diperkirakan satu tahun dan keduanya terlihat sehat dan lincah. Biasanya dengan kelahiran kembar, primata banyak mati lebih cepat ketimbang yang normal. Ada yang mati salah satunya, ada yang lahir terlalu kecil, atau sesaat setelah lahir mati. Namun, bayi kembar ini baik-baik saja. “Identifikasi lebih lanjut jenis kelamin akan dilakukan.”

Mathew menyebutkan, setiap individu orangutan tapanuli sangat penting diselamatkan dari ancaman kepunahan. “Populasinya sangat sedikit dan terancam punah. Hutan primer sebagai habitat mereka harus tetap ada dan terjaga,” jelasnya.

Ekosistem Batang Toru | Sumber peta: Batangtoru.org
info gambar

Christopher Davis,International Director of Corporate Responsibility and Campaigns The Body Shop International, mengatakan kelahiran bayi kembar orangutan tapanuli adalah berita luar biasa. Pihaknya bangga, ikut serta mendukung upaya pelestarianhutanBatang Toru dengansegala keanekaragaman hayatinya.

“Orangutan tapanuli kembarmemberi semangat kita semua untuk terus meningkatkan kesadaran dan dukungan menjaga hutan Batang Toru. Tim kami di Indonesia bekerja dengan mitra lokal dan pemerintah membuat proyek Bio-Bridges yang diharapkan berjalan lancar. Pelanggan The Body Shop juga mendonasikan uangnya untuk penyelamatan orangutan tapanuli dan ekosistem Batang Toru,” tandasnya.


Sumber: Diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini