NUKLIR DI INDONESIA

NUKLIR DI INDONESIA

Infografis © Samuel Henk v Ngefak

Indonesia termasuk negara yang menandatangani Perjanjian Nonproliferasi Nuklir atau pembatasan persenjataan nuklir, namun nyatanya Indonesia dan TNI sangat akrab dengan nuklir.

Walaupun dengan embel2 untuk riset dan penelitian setidaknya Indonesia mempunyai 3 reaktor nuklir

  1. Reaktor Tigra Mark II di Bandung, Jawa Barat
  2. Reaktor Kartini di Yogyakarta, DIY
  3. Reaktor G.A.Siwabessy di Serpong, Banten

kepemilikan 3 reaktor Sudah menunjukan kapasitas indonesia dalam menangani nuklir , dan sampai saat ini belum pernah mengalami kebocoran walaupun dilanda gempa bumi yang sering.

Selain itu juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang labelnya lagi-lagi untuk penelitian yaitu di

  1. Muria, Jawa Tengah
  2. Bangka, Bangka Belitung

Jika hasil riset dan penelitian telah mampu untuk membuat PLTN harusnya ini menjadi sukses besar, sayangnya banyak pihak asing yang tidak ingin kebangkitan dan kemandirian indonesia. Banyak organisasi LSM asing seperti greenpeace yang menolak PLTN ini dengan berbagai alasan lingkungan dan kesehatan.

Padahal indonesia sendiri memiliki 3 instansi didalam pemerintahan yang setingkat kementerian untuk pengawasan nuklir sesuai perjanjian internasional, yaitu

  1. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten)
  2. Badan Tenaga Nuklir (Batan)
  3. Balai Penelitian Verteliner , Kementrian Kesehatan

Di pihak Kepolisian maupun militer pun memiliki satuan khusus penanganan radioaktif

Detasemen E Kimia, Biologi dan Radioaktif (KBR) BRIMOB POLRI

Satuan ini baru dibentuk pada 2015, untuk mendukung tugas dimasyarakat tanpa harus membebankan ke Zeni Nubika AD. Unit ini tetap dilatih dan diawasi oleh TNI dan ke 3 badan pengawas, khususnya antisipasi penggunaan cairan keras untuk kejahatan maupun deteksi material radioaktif

Dan ini lah badan nuklir satu satunya yang dimiliki Indonesia khusus untuk menangani bencana nuklir :

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Nubika) TNI AD

Satuan ini satu-satunya yang berkualifikasi penanganan nuklir di indonesia sejak 1986, walaupun cikal bakal satuan ini telah ada sejak jaman Soekarno diera perang dingin yang berpotensi perang nuklir dan kedekatan dengan Uni Soviet serta antisipasi perang biologis seperti virus MERS dan H2N1 serta perang senjata kimia seperti di Irak dan Suriah. Maka TNI dan Indonesia harus siap dengan semua kemungkinan terburuk tersebut.. Walaupun TNI tidak pernah *mengakui* memiliki senjata nuklir

pemerintah Indonesia menggunakan nuklir untuk tujuan damai seperti pembangkit listrik dan kesehatan sudah seharusnya didukung dan dikembangkan lagi.

Indonesia sendiri berlimpah bahan baku nuklir, yaitu Uranium dan Thorium yang masih tersimpan di perut bumi dan belum dikelola. (SHVN)


Sumber:https://samuelhenk.wordpress.com/2018/09/28/nuklir-di-indonesia/

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mahasiswa UB Diganjar Emas Setelah Ciptakan Jaket Anti Hipotermia Sebelummnya

Mahasiswa UB Diganjar Emas Setelah Ciptakan Jaket Anti Hipotermia

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Samuel Henk
@samuelhenk

Samuel Henk

samuelhenk.wordpress.com

interesting in ethnics, culture, politics more on pacific region. also thing related to traditional instrument, and folk things

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.