Indonesia kini menjadi pusat ekonomi digital di Asia Tenggara. Bahkan, jumlah perusahaan rintisan (startup) di Indonesia terbesar keempat di dunia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomimfo) Rudiantara mengatakan, perkembangan startup di Tanah Air makin pesat. Bahkan, ada unicorn (startup yang memiliki valuasi minimal 1 miliar dolar AS), yang mulai berekspansi ke luar negeri

"Bukan hanya dalam unicorn, dalam startup pun Indonesia menunjukkan tajinya," kata Menkominfo saat mengisi Kuliah Umum Nasionalisme Era Digital di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, mingu lalu.

Hingga Maret 2018, kata dia, Indonesia menempati urutan keempat dunia dalam hal jumlah startup. AS berada pada urutan pertama dengan jumlah 28.000, India, 4.700, dan Inggris 3.000. Sementara Indonesia memiliki 1.720 startup.

Untuk unicorn, hingga tahun lalu, China menempati posisi pertama dengan jumlah 359 startup, diikuti AS sebanyak 146 startup. Di belakangnya, ada Inggris, India dan Israel.

"Indonesia sejajar dengan Jerman, kita memiliki empat unicorn. Di ASEAN ada tujuh unicorn, empat di antaranya di Indonesia, tiga lainnya di negara tetangga kita," katanya.

Go-jek, unicorn karya anak bangsa | Go-jek.com
Go-jek, unicorn karya anak bangsa | Go-jek.com

Namun, mantan Komisaris Independen PT Telekomunikasi Indonesia Tbk itu mengungkapkan, dua unicorn di negara tetangga memiliki pasar utama di Indonesia.

Tanpa menyebut nama, Menkominfo juga menyebut, akan ada startup yang meraih gelar unicorn pada tahun depan. Indonesia disebutnya cukup beruntung karena startup mulai tumbuh menjadi unicorn.

"Capaian anak-anak muda Indonesia mampu menorehkan legacy atau warisan dalam level internasional yang bukan hanya manis dikenang, tetapi menginspirasi anak bangsa lainnya. Yang disebut unicorn yang kinerjanya membanggakan, menyumbang perekonomian bangsa secara signifikan," tuturnya.

Untuk menjadi unicorn, kata Menkominfo, startup dibangun bukan karena iseng, tapi dikembangkan secara serius. Untuk itu dia berharap generasi muda memanfaatkan momentum ini. Apalagi, banyak negara di dunia yang berlomba-lomba menarik investasi langsung di sektor ekonomi digital.

"Indonesia termasuk paling beruntung menjadi incaran para investor startup kelas dunia. Hasilnya sudah bisa dilihat, Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah unicorn berkembang pesat," katanya.

sumber : Republika.co.id | iNews.com | Wartaekonomi.co.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu