Sekitar 1.500 industri komponen yang ada di Tanah Air diarahkan untuk memproduksi berbagai komponen kendaraan listrik sehingga dapat menyumbang lebih besar untuk penggunaan komponen dalam negeri.

"Kita mendorong untuk mengedukasi industri komponen kita yang 1.500 untuk beralih memproduksi komponen fuel electric vehicles," kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Industri Kementerian Perindustrian, Andi Komara dalam diskusi Percepatan Pengembangan Kendaraan Emisi Rendah Karbon di Jakarta, Jumat (28/9/2018), diliput Antara.

Andi mengatakan dalam rangka penurunan emisi gas rumah kaca, pihaknya tidak sekadar berfokus pada kendaraan dengan rendah karbon tapi juga penggunaan biodiesel dan bioethanol untuk bahan bakar nabati kendaraan.

Pekerja memeriksa produksi komponen kendaraan komersil di pabrik PT Bakri Tosanjaya, Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA/Audi Alwi
Pekerja memeriksa produksi komponen kendaraan komersil di pabrik PT Bakri Tosanjaya, Bekasi, Jawa Barat. Foto: ANTARA/Audi Alwi

"Kami menerapkan berbagai kebijakan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca baik kendaraan listrik maupun biofuel," tuturnya.

Dia menuturkan kendaraan diesel sejak 2016 sudah melakukan pengisian bahan bakar B20, dan penerapan B30 didorong pada 2020.

Sampai 2017 kita memproduksi hampir 1 juta unit dan mengekspor hampir 200 ribu motor listrik. "Mau tidak mau global tren kita listrik jadi kita harus mendorong industri kita untuk memproduksi kendaraan listrik dengan cara penggunaan komponen lokal ditingkatkan," ujarnya.

Peningkatan komponen lokal akan mendorong bertumbuhnya industri dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (berbatik kuning-hitam) berfoto di depan bus bertenaga listrik yang diproduksi Mobil Anak Bangsa (MAB) yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) di Jakarta, Kamis. Foto: ANTARA/Sella Panduarsa Gareta
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto (berbatik kuning-hitam) berfoto di depan bus bertenaga listrik yang diproduksi Mobil Anak Bangsa (MAB) yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle (GIICOMVEC) di Jakarta, Kamis. Foto: ANTARA/Sella Panduarsa Gareta

"Kita tidak mau cuma jualan kendaraan listrik di sini. Kami dorong ada produksi kendaraan listrik di Indonesia dengan komponen lokal," tuturnya.

Dalam kesempatan lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimistis Indonesia mampu mengembangkan industri kendaraan listrik.

Pemerintah, kata dia, menargetkan pertumbuhan pengadaan mobil dan motor listrik sudah signifikan pada 2025. Hal tersebut sudah tertuang dalam Rencana Umum Energi Nasional.

Audi merilis mobil sport listrik pertamanya di Richmond, California, AS, Senin (17/9). Foto: Reuters/Joe White
Audi merilis mobil sport listrik pertamanya di Richmond, California, AS, Senin (17/9). Foto: Reuters/Joe White

"Kontribusi Kementerian Perhubungan dalam Percepatan Program Pemanfaatan Listrik untuk transportasi termasuk mengembangkan kendaraan listrik atau hibrida pada tahun 2025," ujar Budi di Jakarta, Selasa (18/9/2018) pada Kompas.com.

Untuk kendaraan roda empat berdaya listrik, pemerintah menargetkan 2.200 unit. Sedangkan untuk roda dua sebanyak 2,1 juta. Selain itu, secara bertahap, pemerintah mendorong agar kendaraan umum juga menggunakan daya listrik. "Jumlah mobil listrik untuk angkutan umum menjadi 10 persen dari total populasi mobil angkutan umum perkotaan pada 2025," kata Budi.

Kompas.com melaporkan Kendaraan listrik saat ini sudah diterapkan di beberapa bandara. Mobil kecil yang mengangkut penumpang ke pintu keberangkatan maupun sebaliknya menggunakan daya listrik. Beberapa waktu lalu juga telah diuji bus listrik di bandara.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu