Ikan terbang? Di Indonesia, Ada!

Ikan terbang? Di Indonesia, Ada!
info gambar utama

Alam Indonesia baik darat maupun di laut, yang cocok dengan beragam jenis makhluk hidup, membuat Indonesia diberkahi keragaman hayati dan fauna yang luar biasa potensial. Hal ini tentu diakui oleh dunia.

Semakin hari semakin banyak spesies baru yang diklaim dan ditemukan di alam Indonesia oleh para ahli, yang memiliki kekhasan baik dari segi bentuk, corak, tingkah laku dan genetika.

Nah, di Indonesia juga ada, nih, yang disebut ikan terbang! Wah, makin unik, ya. Ikan yang secara fisiologis merupakan makhluk air dan identik dengan berenang, tapi apakah benar dapat terbang?

Ikan terbang yang memiliki nama latin

Exocoetidaeatautoraniini memiliki sirip dada yang mirip sayap, lebar dan berselaput, jadi ikan ini dapat terlihat terbang atau sebenarnya meluncur ke permukaan air dengan siripnya tersebut untuk lari dari pemangsanya.

Umumnya, mereka bisa terbang sejauh 50 meter, namun dengan bantuan gelombang air, mereka bisa mencapai jarak 400 meter ketika meluncur!

Ikan ini memiliki habitat di perairan pasifik dan hindia. Indonesia juga tepat sekali diapit kedua samudera tersebut, jadi di Indonesia, khususnya di perairan timur Indonesia, banyak ditemukan jenis ikan ini.

Misalnya di Laut Natuna, Laut Aru, Selat Makassar, Laut Banda, Laut Halmahera, perairan Bali, perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya.

Kecepatannya berenang, yaitu hingga 60 km/jam juga membuat ikan jenis ini terlihat terbang ketika sedang berenang untuk berlari dari ikan-ikan besar pemangsa, hingga meluncur ke permukaan dengan dorongan dari ekornya dan bantuan gelombang air.

Keunikan cara berenang tersebut terdapat di siripnya yang lebar dan berselaput. Berbeda dengan sayap, sirip ikan terbang hanya berfungsi menangkap angin agar dapat menyeimbangkan diri di udara. Seperti layangan, ya!

Telur ikan ini dihargai mahal, loh! Biasanya ikan terbang meletakkan telurnya di tumbuhan-tumbuhan laut seperti rumput laut. Ikan terbang dapat bertelur sebanyak 4000 hingga 9000 butir dalam sekali pemijahan.

Wah, potensial juga, ya, untuk dijadikan lahan ekonomi.

Keanekaragaman hayati di Indonesia memang sangat bernilai, itulah perlunya dilestarikan dan tidak dieksploitasi berlebihan agar dapat bermanfaat bagi kita nantinya.

Nah, ada yang sudah pernah melihat ikan terbang? Atau kapal kalian pernah melintasi perairan timur Indonesia dan tiba-tiba "dihampiri" ikan terbang yang "nyasar" ketika sedang berlari dari pemangsanya?

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini