Ngejrengnya Batik Madura. Ini Sebabnya

Ngejrengnya Batik Madura. Ini Sebabnya

Batik Madura © blanja.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Madura selain terkenal akan kegiatan karapan sapiny, ternyata juga memiliki keterampilan turun menurun berupa keterampilan membatik. Salah satu sentra batik di pulau garam ini ada di kota Bangkalan. Banyak sekali ditemui batik-batik dengan warna yang ngejreng di sini.

Warna yang mencolok ternyata memang menjadi ciri khas batik Madura. Beberapa pecinta batik juga mengatakan bahwa batik madura dianggap memiliki warna yang lebih berani dibandingkan batik dari daerah lain yang cenderung kalem. Tidak heran bila kemudian batik madura saat ini menjadi primadona dan semakin populer. Beberapa pengusaha batik di Madura bahkan telah menjual produknya ke Eropa seperti ke Prancis dan Italia. “Warna-warna terang ini mencerminkan karakter orang Madura karena dikenal memang menyukai warna gonjreng,” ujar Supi Amin, salah satu pengusaha batik madura di Bangkalan.

Batik Madura | Indonesiastore.com
Batik Madura | Indonesiastore.com

Menurut Supi, selain warna-warna yang menjadi identitas batik tulis Madura, motifnya pun cenderung mayoritas didominasi oleh motif binatang. “Kebanyakan identitas motif batik tulis Madura itu berbentuk binatang, seperti burung atau kupu-kupu. Tapi ada juga beragam motif bunga,” katanya. Menurut Amin ada dua jenis batik tulis di Madura, yaitu batik tulis arah timur dan arah barat. Maksudnya adalah batik arah timur adalah batik tulis yang menggunakan pewarnaan bahan kimia, maka hasil warnanya pun terlihat lebih cerah. Sedangkan untuk batik tulis arah barat menggunakan pewarnaan alam yang dihasilkan dari bahan-bahan seperti daun jati dan daun jambu.

Daun jati sendiri dipakai untuk menghasilkan warna merah. Sehingga warnanya sedikit pucat. “Porsi batik yang menggunakan pewarnaan alami lebih banyak disini dibandingkan batik dari warna kimia,” lanjutnya. Proses pewarnaan alami memakan waktu enam bulan sampai satu tahun. Bahan-bahan pewarna tersebut diendapkan di dalam gentong atau yang sering disebut oleh pengrajin batik yakni gentongan. Tak heran jika batik tulis yang berasal dari warna alami justru warnanya dapat bertahan sampai ratusan tahun. Batik tulis gentongan ini dihargai sekitar Rp 3 juta dengan motif yang beragam. “Makanya kain batik tulis warna alami ini juga paling mahal diantara batik tulis lainnya karena warna yang dihasilkan pun sempurna dan melekat pada kain dengan baik,” jelas Supi.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang30%
Pilih Tak PeduliTak Peduli10%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau40%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Makna filosofis dibalik sebuah mainan Gasing Sebelummnya

Makna filosofis dibalik sebuah mainan Gasing

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.