Dosen FPIK UB Malang Mengajak Petani Ikan di Desa Bangoan, Kabupaten Tulungagung untuk Budidaya Ikan Hias Ramirezi.

Dosen FPIK UB Malang Mengajak Petani Ikan di Desa Bangoan, Kabupaten Tulungagung untuk Budidaya Ikan Hias Ramirezi.

Petani Ikan Desa Bangoan © Budianto

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, 3 Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Brawijaya (UB), Malang melakukan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul PKM Budidaya Ikan Ramirezi Di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi hal yang tidak bisa terlepas dari tugas dan kewajiban seorang dosen.

Kegiatan budidaya ikan hias ini merupakan bentuk pengabdian paling sesuai dalam transfer ilmu pengetahuan dan penerapannya kepada masyarakat, khususnya petani ikan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Oktober 2018 di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tim PKM ini terdiri dari Budianto, S.Pi., M.P., M.Sc, Ir. Heny Suprastyani, M.S, dan Soko Nuswantoro, S.Pi., M.Si.

Saat ditemui di FPIK UB pada hari Senin (13/8/2018), Budianto menyampaikan bahwa komoditas ikan hias Ramirezi dipilih karena ikan hias ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi. “Ikan Hias Ramirezi memiliki harga jual yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis ikan hias air tawar jenis Cichlid yang lain. Petani ikan di desa Bangoan menjual ikan ini berkisar antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- per ekor, harganya jauh lebih mahal dibandingkan ikan Hias Lemon maupun Niasa yang berkiasar antara Rp. 300,- hingga Rp. 1.000,- per ekor“ katanya. Selaku Ketua Tim PKM, lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ke depan petani harus dapat menjadikan usaha budidaya ikan hias ini menjadi sumber mata pencaharian utama, mengingat beberapa petani di desa ini masih menjadikan usaha budidaya ikan sebagai pekerjaan sampingan.

Dalam kegiatan tersebut, Tim PKM mengadakan pelatihan pembuatan pakan induk ikan secara mandiri dan budidaya pakan alami Cacing Tubifex sp. sebagai pakan benih. Selain mengadakan pelatihan, mereka juga memberikan bantuan kepada Petani di desa tersebut berupa induk ikan, benih ikan, kolam beton untuk pendederan benih ikan hingga akuarium sebagai tempat pemeliharaan larva ikan setelah menetas.

Diharapkan melalui kegiatan PKM ini, Petani ikan hias di desa Bangoan dapat mengembangkan ikan hias Ramirezi menjadi komoditas unggulan lain, selain ikan hias Maskoki yang terlebih dahulu menjadi komoditas unggulan di desa tersebut.

Tulis berita baik Anda di sini..


Sumber:

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Rica Oktavia, Atlet Para-atletik Yang Menyumbang Emas Sekaligus Pecahkan Rekor Asia Sebelummnya

Rica Oktavia, Atlet Para-atletik Yang Menyumbang Emas Sekaligus Pecahkan Rekor Asia

Mengenal Lebih Dekat P2P Lending dan Fintech di Indonesia Selanjutnya

Mengenal Lebih Dekat P2P Lending dan Fintech di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.