Cara Baru Mendiplomasikan Batik Oleh Kementerian Kominfo

Cara Baru Mendiplomasikan Batik Oleh Kementerian Kominfo

Peresmian Kampung Batik Manding Siberkreasi © Sumber: Pemda DIY

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memperkenalkan apa yang mereka sebut desa cyber-batik dalam upaya memadukan tradisi kuno dengan teknologi modern.

Kampung Batik Manding Siberkreasi ini terletak di kawasan Wonosari Yogyakarta, tenang saja bagi kalian yang tidak berkesempatan berkunjung dalam waktu dekat dapat mengikutinya di Instagram ini.

View this post on Instagram

Long life... #batiksiberkreasi #siberkreasi #kampungbatiksiberkreasi #gunungkidul #pictoftheday #dailypict #instapict #like4like #likeforlike

A post shared by PhotoSpeaks (@_photospeaks_) on

Dikutip dari Kompas.com, bahwa di desa ini teknologi digital digunakan untuk merancang dan menyebarkan informasi tentang batik. Namun, meski memanfaatkan teknologi, desa ini masih mengandalkan keterampilan manusia untuk menciptakan kain tradisional.

Memperkenalkan proyek tersebut, direktur umum aplikasi informasi kementerian, Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan pada hari Selasa bahwa seni adalah hal yang unik di era digital, dan banyak orang yang mencari karya seni seperti batik.

Jika tiap desa mempunyai produk unggulan dengan ciri khas masing-masing maka Indonesia mempunyai 75.000 hingga 80.000 produk unggulan.

Produk-produk batik saat ini, menurutnya telah ada inovasi, baik warna atau yang lainnya sehingga dapat diterima kalangan muda.

"Ini adalah salah satu contoh di mana kemajuan teknologi itu harus membawa nilai-nilai kreatif seperti itu yang ditonjolkan," katanya.

"Namun bagaimanapun inilah ciri khasnya batik di Indonesia, yang dikerjakan oleh manusia. Ini menurut saya adalah narasi yang perlu ditambahkan setiap kita menjual batik," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Batik Manding Siberkreasi, Guntur Susilo mengatakan bahwa 15 rumah di desa itu menjual batik. 15 rumah tersebut dikelola oleh koperasi dan akan menerima keuntungan pada akhir tahun.

“Kami telah [mendirikan] koperasi untuk menghindari persaingan tidak sehat,” jelas Guntur.

FX Endro Tri Guntoro, salah satu pengurus Kampung Batik Manding Siberkreasi, menambahkan bahwa desa mereka juga menyambut daerah lain yang ingin berkolaborasi dalam mempromosikan batik.


Sumber: Jakarta Post | Kompas.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Tidak Banyak yang Tahu, Ini lho Destinasi Wisata 'Tersembunyi' di Jakarta. Sebelummnya

Tidak Banyak yang Tahu, Ini lho Destinasi Wisata 'Tersembunyi' di Jakarta.

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.