Beberapa negara di Afrika telah menunjukkan ketertarikannya untuk membeli pesawat CN 235 dan N 219 yang diproduksi oleh perusahaan pembuat pesawat milik negara, PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Miniatur kedua jenis pesawat tersebut saat ini sedang parkir di etalase Paviliun Indonesia di Pertemuan Tahunan International Monetary Fund - Word Bank (IMF - World Bank 2018 di Nusa Dua,dari Senin hingga Jumat.

"Madagaskar, Kongo, dan Sudan telah mengutarakan ketertarikannya. Saat ini mereka berada dalam tahap pertimbangan pembelian," ucap Elfien Goentoro selaku Presiden Direktur PT DI di Nusa Dua, pada Rabu sebagaimana dikutip dari kompas.com.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno (kanan), direktur utama PT DI Elfien Goentoro (kanan kedua) kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kedua kiri) dan perusahaan telekomunikasi milik negara Direktur utama PT Telkom Telkom Alex Sinaga (kiri) berpose untuk foto dengan replika pesawat di Paviliun Indonesia di tempat Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, pada hari Selasa. (Antara / Jefri Tarigan)
Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno (kanan), direktur utama PT DI Elfien Goentoro (kanan kedua), kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf (kedua kiri), dan Direktur utama perusahaan telekomunikasi milik negara PT Telkom, Telkom Alex Sinaga (kiri) berpose untuk foto dengan replika pesawat di Paviliun Indonesia di tempat Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, pada hari Selasa | Foto: Jefri Tarigan / Antara

Ia menjelaskan bahwa motivasi PT DI untuk menunjukkan produknya di Paviliun Indonesia bukan untuk menjualnya, namun untuk mempertunjukkannya kepada para delegasi pertemuan tahunan IMF - World Bank yang berasal dari seluruh dunia.

Namun ternyata, ia mengaku bahwa perusahaannya berhasil menarik pasar Afrika, karena pesawat CN 235 dan N 219 sangat cocok untuk geografi negara-negara Afrika.

Elfien menambahkan bahwa Norwegia juga mencari tahu informasi mengenai kedua tipe pesawat tersebut, karena Norwegia membutuhkan pesawat-pesawat yang mampu lepas landas dan melakukan pendaratan di jalur yang pendek untuk dioperasikan di area terpencil di negara Nordic.

1 Unit Pesawat CN 235 MPA buatana PT. Dirgantara Indonesia akan diserahterimakan untuk perkuat Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin Makassar(KOMPAS.com/Chermanto Tjaombah )  Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah Negara Afrika Tertarik Pesawat Buatan PT DI", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/10/211700926/sejumlah-negara-afrika-tertarik-pesawat-buatan-pt-di..   Editor : Erlangga Djumena
1 Unit Pesawat CN 235 MPA buatana PT. Dirgantara Indonesia akan diserahterimakan untuk perkuat Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin Makassar | Foto: Chermanto Tjaombah / Kompas.com

Saat ini PT DI mampu memproduksi rata-rata hingga 10 pesawat dalam satu tahun, tambahnya.

Elfien mengemukakan bahwa PT DI akan mengirimkan empat pesawat tahun depan. Senegal telah membeli sebuah pesawat CN 235 seharga 25 juta dolar Amerika, Nepal juga membeli sebuah pesawat CN 235 dengan konfigurasi patroli maritime seharga 30 juta dolar Amerika, dan Thailand membeli dua pesawat N 219 seharga masing-masing 13 juta dolar Amerika.


Sumber: Jakarta Post

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu