Atlet Asian Para Games Butuh Dukungan Masyarakat

Atlet Asian Para Games Butuh Dukungan Masyarakat
info gambar utama

Asian Games telah membuat warga Indonesia demam. Tetapi, harusnya juga dipahami bahwa pesta olahraga belum usai. Masih ada ratusan atlet terbaik bangsa yang akan berlaga di Asian Para Games 2018.

Mereka butuh dukungan dari seluruh warga Indonesia. Paling tidak sekadar teriakan yang menggema di tribun penonton. Harapannya, tak jauh beda dengan gegap gempita saat atlet Asian Games sedang berlaga.

Dilansir dari kumparan, ada beberapa atlet yang bercerita dengan nada pilu terkait minimnya dukungan saat bertanding. Salah satunya adalah atlet bulu tangkis yang maju di Asian Para Games, Leani Ratri Oktila.

Ia mengungkapkan rintihan hatinya selama berkarier di dunia bulu tangkis. Sudah 6 tahun berkecimpung, tapi sepinya tribun penonton harus mengiris hatinya berulang-ulang kali.

“Enggak pernah ditonton kami,” ujarnya di Sritex Arena, Solo.

Baginya, penonton merupakan nyawa kedua saat lelah sudah melanda. Penonton mampu membangkitkan kembali semangat berlaga. Makna penonton baginya menjadi sangat penting.

“Yang buat kita lebih semangat adalah penonton, Cuma sayangnya selama bertanding di Para Games sangat sedikit, sangat minim bahkan terkadang tidak ada,” imbuhnya.

Seperti pada test event Asian Para Games di Jakarta, beberapa waktu yang lalu. Penonton yang datang sangat sedikit. Hanya sesekali bergerombol di pertandingan tertentu. Padahal, menurut Ratri, pertandingan badminton kursi roda sangat menarik.

Ratri menganggap, ia akan lebih bersemangat memenangkan pertandingan jika penonton yang hadir lebih banyak lagi. Namun, kenyataannya justru tak sesuai harapan. Penonton yang menyaksikan bisa dihitung dengan jari.

Bisa dibilang antusiasme masyarakat Indonesia terhadap laga yang melibatkan atlet difabel se- Asia ini sangat rendah. Para atlet mengharapkan gegap gempita menanti pertandingan ini bisa semeriah Asian Games. Tak terkecuali bagi Ratri.

Dukungan yang begitu besar justru datang dari masyarakat dari kampung halamannya. Mereka antusias mendukung dengan membentuk komunitas yang dinamakan Tim Bola.

Banyak kiprah dan capaian Ratri yang dipublikasikan melalui media sosial. Hal tersebut dilakukan dengan membagikan foto serta membuat fan page. Tak luput, menyebarkan materi tentang Para Games.

Dari situlah, mereka berharap lebih banyak orang tahu bahwa Ratri adalah pebulu tangkis disabilitas nomor 1 di dunia. ada banyak gelar juara yang telah disandangnya dari Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, hingga Asian Para Games.

Bagi Ratri, terlepas dari sedikit banyaknya penonton, ia tetap semangat berkat peran orang-orang yang mendukungnya.

Hingga 11 Oktober 2018, atlet Indonesia sudah mengumpulkan 24 emas, 33 perak, dan 39 perunggu. Perjalanan Indonesia terbilang mulus dengan capaian tersebut.

Kontingen Indonesia masih haus medali dan akan bertanding dengan sebaik-baiknya dan sehormat-hormatnya. Dilansir dari Liputan6.com, Menpora Imam Nahrawi mengajak masyarakat untuk mendukung dan mengawal langkah para pahlawan yang berhasil melewati batasnya. “Jangan biarkan atlet berjuang sendirian,” ucapnya.

Kemenangan yang tak kalah gemilang dari Asian Games masih diperjuangkan oleh atlet-atlet Para Asian Games. Untuk itu, marilah dukung dengan sepenuh hati, dengan datang langsung ke venue. Agar atlet berkebutuhan khusus tak lagi dipandang sebelah mata.

Kemampuan dari atlet difabel yang memiliki semangat tinggi untuk mengharumkan nama Indonesia harus benar-benar disupport. Mereka adalah contoh nyata bagi masyarakat untuk bangkit dari segala macam keterbatasan. Kecacatan fisik nyatanya tak bisa menghalangi langkah untuk berbuat “sesuatu” yang besar, bukan hanya bagi dirinya sendiri. Tapi juga bagi nusa dan bangsa.

Upaya pemain Indonesia untuk terus mengejar medali tidak melorot kendati penutupan Asian Para Games sudah di depan mata. Masih ada salah satu cabang favorit yang saat ini memulai babak final dari bulu tangkis. Ada sembilan medali emas yang bakal diperebutkan di Istora Senayan, Jakarta, pada 12 Oktober 2018.

Setidaknya dua peluang emas sudah di depan mata setelah Leani Ratri Oktila melaju ke final untuk dua nomor sekaligus yaitu tunggal putri SL4 dan ganda putri SL3-SU5 yang berpasangan dengan Khalimatus Sadiyah Sukohandoko.

Indonesia menargetkan mampu meraih empat medali emas di cabang Bulutangkis. Saat ini satu emas sudah diraih lewat nomor beregu putra. Selain dari tunggal putri dan ganda putri, peluang emas juga terjadi pada nomor tunggal putra maupun ganda putra.

Dua hari menjelang penutupan Asian Para Games 2018 ada 12 cabang olahraga lain yang memperebutkan medali emas. Cabang para atletik menjadi yang terbanyak yaitu 30 medali emas disusul renang dengan 16 emas serta catur 12 emas. Perebutan itu menjadi sangat kompetitif sehingga partisipasi masyarakat untuk mendukung atlet Indonesia menjadi sangat dibutuhkan.

Datang langsung ke venue, akan menghidupkan kembali gelora mereka dalam meraih prestasi. Berikan apresiasi setinggi-tingginya untuk atlet terbaik negeri yang berhasil mendobrak batas ketidakmampuannya. Membuat bangga negara tercinta.

Jangan sampai semangatnya luruh bersama sepinya penonton di tribun arena pertandingan. Buatlah atlet-atlet kita menjadi yang terbaik se-Asia, bahkan dunia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini