Sehari Bertani ke Kampung Bekelir, Belajar dan Bertemu dengan Orang Baru

Sehari Bertani ke Kampung Bekelir, Belajar dan Bertemu dengan Orang Baru
info gambar utama

Menanam mungkin menjadi hal yang tidak menarik dan sedikit membosankan bagi mereka yang kurang peduli dengan lingkungan, apalagi yang ditanam adalah sayuran. Namun pada tanggal 30 September 2018 lalu, CROWDE membuat aktivitas tersebut sedikit lebih berbeda dan terlihat menyenangkan. Sebuah start up yang bertujuan untuk membantu para petani itu menyelenggarakan One Day Trip. Kegiatan yang diadakan oleh komunitas CROWDE ini merupakan kegiatan wisata dengan nuansa yang berbeda. Dengan tujuan memperingati hari tani nasional pada 23 September 2018.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Acara yang bertajuk “Sehari Bertani ke Kampung Bekelir - Tangerang” tersebut dihadiri oleh anggota komunitas agrikultur di Indonesia, dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Generasi Pesona Indonesia, serta Kultara (Kultur Nusantara), sebuah social enterprise yang berfokus memberikan pengalaman trip berdampak dalam pengembangan wisata Indonesia.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

“Hari ini adalah hari yang kami jadikan sebuah kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para petani yang sudah berkeringat untuk menyajikan makanan ke piring yang biasa kita nikmati sehari-hari”, ungkap Yohanes Sugihtononugroho, CEO CROWDE, dikutip dari rilis yang diterima oleh GNFI

“Agenda utamanya adalah bertemu dengan kelompok perempuan tani di sana. Mereka benar-benar bisa memperlihatkan semangat wanita yang berkecimpung di dunia pertanian”, imbuhnya

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Kampung Bekelir memiliki kisah masa lalu yang sedikit buruk, sangat sering terkena banjir, bahkan pernah dinobatkan sebagai kampung kumuh sedang oleh dinas setempat pada tahun 2011. Karena hal itu pembenahan mulai dilakukan dan direalisasikan pada tahun 2017, dengan menerapkan program pemerintah setempat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berkat adanya sebuah inovasi dari urban farming yang dijalankan juga oleh kelompok perempuan tani, lingkungan di kampung tersebut sekarang menjadi lebih bersih dan hijau.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Saat acara itu juga, CROWDE mengadakan workshop atau pelatihan bercocok tanam. Dengan dipandu oleh salah satu petani, CROWDE ingin menunjukkan betapa mudahnya kegiatan bertani. Dengan teknik sederhana dan bermodalkan daur ulang sampah botol plastik hingga busa sofa bekas, dapat menghasilkan tanaman hias cantik yang tidak membutuhkan perawatan sulit.

“Di Hari Tani Nasional ini, kita bisa mengapresiasi kerja keras petani dengan bantu tingkatkan kesejahteraannya secara bergotong-royong”, tutup Yohanes.

Puluan ribu investor yang telah bergabung, CROWDE memiliki komitmen untuk membantu memaksimalkan usaha petani di Indonesia. Tidak hanya permodalan saja, CROWDE juga berperan dalam menyalurkan hasil panen petaninya. Selain itu, untuk terus memberi tambahan ilmu pengetahuan kepada para petani Indonesia, CROWDE juga membentuk paguyuban petani yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini