Semerbak Wangi Anggrek di Kampung Budaya Polowijen

Semerbak Wangi Anggrek di Kampung Budaya Polowijen

Tanaman Anggrek © Dokpri

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kampung Budaya Polowijen merupakan salah satu destinasi wisata edukasi yang terletak di Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ketika memasuki kawasan wisata tersebut, kita akan disambut suasana kampung yang asri, dimana mata dimanjakan dengan pemandangan sawah yang hijau, gazebo-gazebo yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan seperti belajar menari, membuat melukis topeng, macapat, membatik dan gazebo perpustakaan untuk membaca serta interior unik dari rumah-rumah warga yang berdindingkan replika anyaman bambu (gedek).

Selain bangunan rumah yang khas , jika kita perhatikan di setiap pekarangan atau halaman depan rumah warga Kampung Budaya ini hidup berbagai macam tanaman seperti sayur-sayuran dan tanaman hias yang tidak hanya tumbuh di tanah tapi juga hidup di media tanam lain berupa pot, bambu, dan serabut kelapa. Dari beragam tanaman yang tumbuh, tanaman hias yang cukup menarik perhatian saya ketika memasuki kawasan kampung budaya ini yaitu tanaman Anggrek. Selain bentuk rupa dan warna yang cantik, tanaman hias ini memiliki wangi yang khas.

Walaupun tanaman Anggrek yang tumbuh di kawasan wisata ini masih dikatakan sedikit, tapi wangi yang dihasilkan dari bunga Anggrek yang sedang mekar ini cukup semerbak tercium ketika tertiup angin. Wangi dari tanaman itu tercium ketika saya sedang beristirahat latihan menari dan saya berpikir wangi Anggrek tersebut semakin menambah kesan “tradisional” dari Kampung Budaya Polowijen ini. Saya pikir tanaman hias seperti Anggrek dapat di kembangkan lagi di Kampung Budaya Polowijen karena bisa menjadi suguhan dan daya tarik lain untuk pengunjung serta menambah keasrian kawasan kampung serta wangi yang dihasilkan dari bunga Anggrek ini semakin semerbak.


Sumber:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Daya Tarik Living Like Local di Desa Bedulu, Bali Sebelummnya

Daya Tarik Living Like Local di Desa Bedulu, Bali

Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (6 Juni 2007) - Transportasi Baru Kota Jakarta, Waterway

Siti Adiati Putri
@kkn133_jatiarjo

Siti Adiati Putri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.