Ada Darah Indonesia di Serial Live-Action "Avatar: The Last Airbender"

Ada Darah Indonesia di Serial Live-Action "Avatar: The Last Airbender"
info gambar utama

Mantan pemeran Power Ranger biru, Yoshi Sudarso, akan turut membintangi serial "Avatar: The Last Airbender" versi live-action.

Dua hari lalu, Yoshi mengunggah foto di akun Instagam-nya, di mana dia memiliki luka bakar di bagian wajah, seperti karakter Zuko di serial ini.

View this post on Instagram

#zutara ??

A post shared by Yoshi Sudarso (@yoshi_sudarso) on

Dalam rangkaian foto dan video itu, Yoshi membeberkan dirinya memerankan karakter Zuko.

Dalam kisah asli Avatar, Zuko merupakan karakter bergelar Pangeran Negeri Api yang tergolong cukup kuat. Karakter ini terbilang kompleks karena beberapa kali bertindak layaknya sosok antagonis, namun belakangan berubah menjadi karakter protagonis.

Ciri khas Zuko adalah luka bakar di sebagian wajah kirinya yang cukup ikonis bagi fans serial animasi Avatar. Yoshi pun dalam unggahannya di Instagram Story terlihat mengenakan riasan luka bakar di sisi wajah yang sama.

Seperti diberitakan sebelumnya, Netflix akan memproduksi serial adaptasi Avatar. Hanya saja, belum bisa dipastikan apakah proyek yang dikerjakan Yoshi ini berkaitan dengan serial yang diproduksi Netflix tersebut.

Zuko | giphy.com
info gambar

Netflix yang memiliki hak cipta dan siar atas serial adaptasi Avatar ini sendiri, belum mengumumkan nama-nama jajaran pemain Avatar versi live action.

Namun begitu, akun @reanimefilms yang di-mention oleh Yoshi dalam Instagram Story, mengunggah foto Yoshi dan Nikki SooHoo memakai kostum Zuko dan Azula. Mereka juga menulis tagar #netflix, #avatar, #netflixanime, dan #firenation.

Acara baru ini akan dibuat berdasarkan hasil ciptaan kreator asli, Michael DiMartino dan Bryan Konietzko, yang akan bertindak sebagai pelaksana acara dan produser eksekutif.

Serial ini pun merupakan kerja sama Netflix dengan studio pencipta Avatar: The Last Airbender, Nickelodeon, dan akan mulai proses produksi pada 2019.

Kisahnya masih sama dengan versi animasi. Seri ini akan mengikuti kehidupan Aang, pengendali angin yang tersisa dan calon avatar, bersama teman-temannya.

Latar tempat mereka pun senada, yaitu ketika bangsa-bangsa yang berdasarkan elemen terpecah karena serangan Negara Api.

Aang | thoughtco.com
info gambar



Masing-masing bangsa yang berdasarkan sebuah elemen tersebut memiliki pengendali elemennya. Sedangkan seorang avatar akan terpilih di antara para pengendali elemen tersebut untuk menjadi pengendali semua elemen.

Dengan kekuatan tersebut, seorang avatar mampu untuk membuat keseimbangan di dunia. Namun avatar yang terakhir kali ada telah hilang.

Aang, sebagai pengendali angin terakhir dan memiliki takdir sebagai calon avatar, bersama teman-temannya harus menyelamatkan dunia dengan melawan Raja Api Ozai dan serangan dari Negara Api.

Kisah serial animasi The Last Airbender atau yang di Indonesia dikenal dengan Legend of Aang tersebut aslinya tayang di Nickelodeon pada Februari 2005 hingga Juli 2008.

Serial tersebut menerima pujian dari para kritikus dan mendapatkan sejumlah penghargaan, seperti Annie Awards, Genesis Awards, Primetime Emmy Award, dan Peabody Award.

Sebelumnya serial animasi Aang sempat dibuat versi live-action untuk layar lebar, yaitu The Last Airbender (2010). Namun film tersebut dicaci kritikus dengan diberi nilai enam persen di laman agragator Rotten Tomatoes dengan nilai box office US$319 juta dari biaya produksi US$150 juta.

Serial Avatar: The Last Airbender sendiri sempat dibuat sekuelnya, The Legend of Korra yang mengisahkan tentang Korra, avatar yang merupakan reinkarnasi dari Aang.

Sumber : Liputan6.com | CNNIndonesia.com | Tribun Jateng | Fimela

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Yoshi Sudarso Bakal Main di Live Action Serial 'Avatar: The Last Airbender', https://jogja.tribunnews.com/2018/10/14/yoshi-sudarso-bakal-main-di-live-action-serial-avatar-the-last-airbender.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana
Editor: ose

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini