12 Emas Asian Games Disumbang Atlet Jawa Timur. Ini Rahasia Mereka

12 Emas Asian Games Disumbang Atlet Jawa Timur. Ini Rahasia Mereka

Atlet Indonesia © INASGOC

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah*

Pada tanggal 5 Oktober 2018, saya mengikuti acara bedah buku yang berjudul “Potret Sang Jagoan- Profil Atlit Peraih Medali Emas” yang ditulis oleh wartawan senior Jawa Pos di gedung Jawa Pos. Yang menarik dari diskusi bedah buku itu adalah informasi yang membanggakan yaitu pihak KONI Jawa Timur dengan menggunakan Ilmu Pengetahuan Olahraga atau yang dikenal dengan Sports Science itu, Jawa Timur dengan secara membanggakan menyumbangkan medali emas dalam ajang Asian Games baru-baru ini di Jakarta dan Palembang. Bayangkan Indonesia dengan gemilang memperoleh 31 medali emas, 12 nya itu di sumbangkan oleh para atlit dari Jawa Timur.

Buku diatas di tulis dengan detail oleh Cak Masum – demikian dia dipanggilnya menulis cerita kehidupan para atlit Jatim penyumbang 12 medali emas itu, ada yang tidak punya sepatu olahraga, ada yang pada awalnya tidak setujui orang tuanya menggeluti hobi olahraga nya, ada anggota TNI dan Polri dsb; tapi dengan Sports Science itu mereka akhirnya berjaya dalam kompetisi di Asian Games.

Sports Science atau juga disebut Sports and Exercise Science adalah ilmu yang mempelajari bagaimana tubuh manusia yang sehat bekerja selama melakukan olahraga dan bagaimana aktivitas fisik itu bisa meningkatkan kesehatan. Secara tradisional ilmu pengetahuan tentang olahraga ini meliputi bidang keilmuan psiologi, psikologi, anatomi, biomekanik, gizi dsb. Para peneliti lewat sports science ini mengembangkan pengertian tentang bagaimana tubuh manusia bereaksi ketika olahraga, pelatihan dan bereaksi dalam berbagai lingkungan. Di Indonesia memang sports science ini baru dikenal belakangan ini tapi sebenarnya di masa Yunani kuno sudah pernah dipraktekkan. Seorang ilmuwan Yunani pada masa itu menulis 87 essay secara detail menjelaskan tentang nutrisi yang baik untuk olahraga, tentang cara menguatkan otot2.

Sports Science ini semakin dikenal dengan berbagai publikasi kedokteran dan hal-hal yang menyangkut olahraga. Kemudian banyak perguruan tinggi di negara-negara maju menawarkan studi S1 dan Pascasarjana tentang Ilmu Olahraga.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)


Buku Potret Sang Jagoan- Profil Atlit Peraih Medali Emas

KONI Jawa Timur beruntung tidak susah menerapkan Sports Science untuk melakukan pembinaan para atlitnya karena di propinsi ini ada beberapa Perguruan Tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan Sports Science misalnya UA atau UNAIR dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Masyarakat, Fakultas Psikologi; UNESA dengan keahliannya dibidang Ilmu Olahraga, UB, ITS, UPN dengan keahlian penelitian dibidang manajemen pelatihan; dengan menggandeng para ilmuwan dari PT-PT tersebut KONI Jatim berhasil mencetak para atlit yang tangguh; pelatihannya terukur dan fokus.

Sebelum dipraktekkannya Sports Science, KONI Jatim tidak memahami kenapa ada atlit yang malas, tidak aktif atau sedih. Maka dengan ilmu psikologi sebagai bagian dari Sports Science maka faktor-faktor penyebab atlit sedih itu bisa diketahui; demikian pula dengan faktor gizi yang diperlukan atlit dapat secara terukur diberikan. Selain itu pemberian nutrisi yang baik akan membantu percepatan pemulihan, juga sebagai asupan bahan bakar tubuh pada saat latihan dan melakukan pertandingan, maka jenis-jenis makanan yang disajikan tentu berbeda pada saat latihan atau bertanding.

Kita yakin bahwa KONI di berbagai propinsi juga melakukan hal yang sama menggunakan Sports Science dalam melakukan pembinaan pelatihan para atlitnya dan apabila secara merata KONI di semua propinsi menggunakan ilmu pengetahuan olahraga maka Indonesia akan berjaya disetiap ajang kompetisi olahraga ditingkat global.

Semoga.

___

*Alumni Universtas Airlangga dan
University of London,
Staf Khusus Rektor UNAIR
Bidang Internasional.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga86%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mugejeg: Pameran Foto Unik yang Mengkampanyekan Anti Penebangan Liar Sebelummnya

Mugejeg: Pameran Foto Unik yang Mengkampanyekan Anti Penebangan Liar

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (25 Mei 1963) - Pendirian Perusahaan Negara Kereta Api

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.