#KopdarBaik Muda Berbicara, Peduli Sehat Bersama

#KopdarBaik Muda Berbicara, Peduli Sehat Bersama
info gambar utama

Kesehatan memang amat sangat penting, tapi banyak orang-orang yang kurang memperhatikan kesehatan karena menganggap hal kecil yang membuat tubuh tidak sehat. Nah, dengan acara yang diadakan GNFI yang mengusung tema "1000 Hari Terbaik" #KopdarBaik dengan para peserta yang mengikuti adalah anak muda. Sebagai salah satu anak muda, saya merasa ini adalah kegiatan yang menarik untuk mengajak anak muda sadar akan kesehatan terhadap orang-orang sekitar yang belum paham dan belum mengetahui pentingnya kesehatan itu sendiri.

pemateri dan peserta yang berfoto bersama usai acar
info gambar

Pemateri yang saling bertukar pikiran dan memberikan kita sebuah nasehat kesadaran akan pentingnya kesehatan. Kemenkoninfo bersam Founder dan CEO GNFI, yang menyelenggarakan acar dengan mengangkat tema stunning yang merupakan masalah terbesar juga bagi kota Sumenep yang perlu disadari dan harus diperbaiki kembali. Kondisi anak yang megalami gangguan pertumbuhan tubuh dan otak juga, pencegahan yang harus dilakukan agar mendapatkan asupan gizi yang baik sehingga tidak memiliki perlambatan pertumbuhan di usia yang semestinya.

Prof. Mellyana Andriani sebagai ahli gizi yang berasal dari Universitas Airlangga dan Nurfitriyana Busyro sebagai ketua TP PKK Sumenep yang membahas stunning dan bagaimana usaha agar pencegahan itu bisa ditanggulangi dengan informasi tentang gizi yang bagus untuk pertumbuhan dan pola hidup sehat anak.

Peran anak muda di era milenial ini memang sangat dibutuhkan sebagai gerakan penyebar kebaikan terhadap lingkungan dengan pemanfaatan sosial media yang memiliki power yang tinggi untuk menggerakkan kesadaran masyarakat. Dihadirkan pula Enno Lerian yang merupakan seorang media influencer, beliaupun menceritakan bagaimana ia bisa menyebarkan hal positif kepada para followers dengan kegiatannya sehari-hari yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Contoh peranan ibu yang bisa mendidik dengan baik dan memperilakukan anaknya bisa juga dirasakan dan dipahami ibu-ibu penggiat sosial media.

Sumber:

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini