Keindahan Danau Maninjau yang tercemar

Keindahan Danau Maninjau yang tercemar
info gambar utama

Danau Maninjau merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian 461,50 meter diatas permukaan laut. Danau Maninjau merupakan sebuah kaldera dari letusan gunung api yang menghamburkan kurang lebih 220-250 km3 material piroklastik. Kaldera tersebut terbentuk kerana letusan gunung api strato komposit yang berkembang di zona tektonik sistem Sesar Besar Sumatera yang bernama gunung Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Sumatera Barat dan juga merupakan daerah kelahiran Buya Hamka.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau di kenal dengan nama Puncak Lawang.

Dari ketinggian, Danau Maninjau bagaikan primadona yang sangat indah, apabila wisatawan melihat dari kejauhan seperti di Puncak Lawang atau kelok 44, mata tidak akan pernah bosan untuk melihat keindahan Danau Maninjau. Tidak heran salah satu spot Paralayang Terbaik di Asia di sematkan kepada Puncak Lawang karena view Danau Maninjau yang sangat indah dan menakjubkan.

Disisi lain, ketika wisatawan melihat Danau Maninjau secara dekat kondisi nya sangat memprihatinkan. Saat ini Danau Maninjau masuk dalam kategori danau tercemar, kondisi ini di perparah dengan sering nya terjadi kematian ikan secara massal dikarenakan limbah amoniak atau senyawa hidrogen dan nitrogen, akibat pakan ikan terlalu banyak di dasar perairan dan ditambah limbah rumah tangga.

Kondisi kematian ikan massal pada tahun 2017 lalu
info gambar

Tidak hanya itu, beberapa Biota endemik danau ini terancam punah dikarenakan kondisi air danau yang sudah sangat tercemar. Kondisi ini tidak terlepas dari aktivitas keramba jaring apung, keramba jaring apung menjadi problem utama dari timbulnya masalah ini. Kekurangan pengetahuan masyarakat akan menjaga lingkungan menjadi salah satu hal yang bisa menjadi perhatian dan juga harus ada aturan yang mengikat sehingga masyarakat tidak sebebas nya untuk membuat keramba jaring apung ini.

Beberapa penduduk juga tidak menyarankan wisatawan yang ingin berenang atau hanya sekedar untuk mandi di Danau Maninjau. Karena memang kondisi air danau yang tidak layak. Saat ini Danau Maninjau menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah hingga Pemerintah Pusat, harapan kita adalah jangan sampai Danau Maninjau menjadi danau mati atau akan punah selamanya.

Sumber : - Danau Maninjau, Kondisi Kekinian, Permasalahan Dan Pengelolaannya Oleh Jaya Arjuna

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini