Penghargaan Terhadap Kedua Pemimpin Korea; Kim dan Moon Adalah Bukti Indonesia Cinta Damai

Penghargaan Terhadap Kedua Pemimpin Korea; Kim dan Moon Adalah Bukti Indonesia Cinta Damai
info gambar utama

Foreign Policy Community of Indonesia -FPCI- (Komunitas Kebijakan Asing Indonesia) memberikan Courage for Peace Award kepada Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in atas inisiatif mereka untuk mencapai perdamaian di Semenanjung Korea.

"FPCI sangat mengikuti proses perdamaian di Semenanjung Korea. Oleh karena itu, kami dengan senang hati memberikan Courage for Peace Award ini," kata pendiri FPCI Dinno Patti Djalal pada upacara pembukaan konferensi tahunan masyarakat, Konferensi Kebijakan Luar Negeri Indonesia -Conference of Indonesian Foreign Policy- (CIFP) 2018, di Jakarta pada hari Sabtu.

Penghargaan dari FPCI ini diberikan atas inisiatif kedua belah pihak (Korea Utara dan Korea Selatan) dalam menciptakan perdamaian (Liputan6.com/Teddy Tri Setio Berty)
info gambar

Penghargaan tersebut, yang diterima oleh para duta besar Korea Utara dan Korea Selatan untuk Indonesia, An Kwan-il dan Kim Chang-beom, masing-masing diberikan di tengah tepuk tangan meriah dan sorak-sorai dari para peserta konferensi. Mereka bersorak ketika kedua utusan menunjukkan tanda-tanda solidaritas dengan mengangkat tangan mereka yang bersatu di udara.

"Merupakan kehormatan besar untuk menerima penghargaan khusus ini untuk Tuan Kim Jong-un. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memberikan penghargaan ini secepat mungkin kepada Tuan Kim Jong-un yang terhormat," kata An, duta besar Korea Utara untuk Indonesia saat konferensi tersebut.

Dia mengatakan pemimpinnya telah berusaha untuk mempromosikan perdamaian di Semenanjung Korea, dengan tujuan mengurangi ketegangan di daerah tersebut. Dia kemudian memberi penghargaan kepada masyarakat internasional, mengatakan bahwa karena dukungan mereka, proses perdamaian bisa berjalan dengan baik.

Kim selaku duta besar Korea Selatan untuk Indonesia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan tersebut, mengatakan bahwa kedua Korea sekarang bisa berdiri bersama karena aspirasi bersama. "Kami di sini berdiri bersama [karena kami] disatukan oleh satu hal, dengan aspirasi bersama: aspirasi untuk perdamaian dan pembangunan perdamaian di Semenanjung Korea," katanya dalam pidatonya.

"Perubahan dramatis seperti itu dimungkinkan karena dukungan orang-orang di sini dan di seluruh dunia," kata Kim. "Meskipun, masih dalam tahap awal. Mudah-mudahan kalian akan selalu berdiri bersama kami, serta perjalanan ke dunia yang damai."


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini